Fakta OJK Bikin Ngeri! Cuma 66% Gen Z Paham Keuangan, OVO Garap Mahasiswa UI & UGM
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 11:58 WIB
loading...
OVO menjalankan strategi untuk mengamankan loyalitas Gen Z sebagai basis konsumen masa depan. Foto: OVO
A
A
A
JAKARTA - Di tengah paradoks tingginya inklusi keuangan namun rendahnya literasi di Indonesia, PT Visionet Internasional (OVO) melanjutkan program "Fintech Academy".
Inisiatif yang telah berjalan sejak 2021 ini diposisikan sebagai program edukasi. Namun, dari perspektif bisnis, ini merupakan investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang untuk mengamankan basis konsumen masa depan di segmen Generasi Z.
Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, yang menunjukkan kesenjangan signifikan: indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%, sementara indeks literasi keuangan tertinggal di angka 66,46%.
Kesenjangan ini merepresentasikan risiko sekaligus peluang pasar yang besar bagi pemain fintech seperti OVO.
Program Fintech Academy, yang telah menjangkau lebih dari 5.000 mahasiswa, merupakan kanal strategis OVO untuk menanamkan ekuitas merek sejak dini.
Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Trisakti, dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Karaniya Dharmasaputra, Direktur Utama OVO, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk sinergi antara industri dan akademisi.
“Fintech Academy dirancang sebagai upaya untuk ikut mendorong kapasitas akademik di area teknologi keuangan (fintech) di kalangan mahasiswa. Program yang menggabungkan antara teori dan praktik ini tidak hanya memberikan mahasiswa pemahaman konseptual. Tetapi juga mengembangkan kemampuan analisa dalam melihat peluang dan risiko," ujar Karaniya.
Inisiatif yang telah berjalan sejak 2021 ini diposisikan sebagai program edukasi. Namun, dari perspektif bisnis, ini merupakan investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang untuk mengamankan basis konsumen masa depan di segmen Generasi Z.
Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, yang menunjukkan kesenjangan signifikan: indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%, sementara indeks literasi keuangan tertinggal di angka 66,46%.
Kesenjangan ini merepresentasikan risiko sekaligus peluang pasar yang besar bagi pemain fintech seperti OVO.
Program Fintech Academy, yang telah menjangkau lebih dari 5.000 mahasiswa, merupakan kanal strategis OVO untuk menanamkan ekuitas merek sejak dini.
Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Trisakti, dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Karaniya Dharmasaputra, Direktur Utama OVO, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk sinergi antara industri dan akademisi.
“Fintech Academy dirancang sebagai upaya untuk ikut mendorong kapasitas akademik di area teknologi keuangan (fintech) di kalangan mahasiswa. Program yang menggabungkan antara teori dan praktik ini tidak hanya memberikan mahasiswa pemahaman konseptual. Tetapi juga mengembangkan kemampuan analisa dalam melihat peluang dan risiko," ujar Karaniya.
Lihat Juga :