Gandeng Kaka dan Bimbim, OVO Perluas Akses Transaksi Digital di Indonesia
Selasa, 23 Agustus 2022 - 13:15 WIB
loading...
OVO musisi legendaris Kaka dan Bimbim untuk menggelar Kontes Cover Jingle Top Up OVO sebagai bagian dari kegiatan Kampanye Offline Top Up OVO FOTO/ DOK SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - OVO, tekfin unicorn pertama di Indonesia yang berfokus pada platform pembayaran digital dan layanan finansial, menggandeng musisi legendaris Kaka dan Bimbim untuk menggelar Kontes Cover Jingle Top Up OVO sebagai bagian dari kegiatan Kampanye Offline Top Up OVO.
BACA JUGA - Si Bokong Semok yang Bikin Kaka Slank Tergila-gila
Melalui kampanye ini, OVO mensosialisasikan kehadiran layanan isi ulang saldo (top up) OVO secara offline yang tersedia di hingga delapan juta titik di seluruh Indonesia, termasuk melalui Grab Driver dan Grab Merchant, Indomaret, Kantor Pos Indonesia, Mitra Bukalapak dan lainnya.
Eddie Martono, Chief Operating Officer OVO, mengungkapkan, ''Masih banyak masyarakat yang belum secara maksimal memiliki akses terhadap layanan transaksi keuangan (underbanked dan unbanked). Mayoritas dari mereka lebih memilih untuk melakukan isi ulang saldo secara offline karena terbatasnya akses teknologi dan perbankan ketika menggunakan layanan pembayaran digital seperti OVO.”
Data OJK menyebutkan 51 persen dari penduduk dewasa atau 95 juta penduduk Indonesia masih diklasifikasikan tidak memiliki rekening bank atau tidak memiliki akun lembaga jasa keuangan. Hal ini mencerminkan potensi pasar digital yang besar dan menjanjikan, dimana untuk meraih potensi tersebut diperlukan penyebaran inklusi dan literasi keuangan digital ke seluruh pelosok Indonesia, sehingga dapat menyasar jutaan masyarakat di Indonesia.
BACA JUGA - Si Bokong Semok yang Bikin Kaka Slank Tergila-gila
Melalui kampanye ini, OVO mensosialisasikan kehadiran layanan isi ulang saldo (top up) OVO secara offline yang tersedia di hingga delapan juta titik di seluruh Indonesia, termasuk melalui Grab Driver dan Grab Merchant, Indomaret, Kantor Pos Indonesia, Mitra Bukalapak dan lainnya.
Eddie Martono, Chief Operating Officer OVO, mengungkapkan, ''Masih banyak masyarakat yang belum secara maksimal memiliki akses terhadap layanan transaksi keuangan (underbanked dan unbanked). Mayoritas dari mereka lebih memilih untuk melakukan isi ulang saldo secara offline karena terbatasnya akses teknologi dan perbankan ketika menggunakan layanan pembayaran digital seperti OVO.”
Data OJK menyebutkan 51 persen dari penduduk dewasa atau 95 juta penduduk Indonesia masih diklasifikasikan tidak memiliki rekening bank atau tidak memiliki akun lembaga jasa keuangan. Hal ini mencerminkan potensi pasar digital yang besar dan menjanjikan, dimana untuk meraih potensi tersebut diperlukan penyebaran inklusi dan literasi keuangan digital ke seluruh pelosok Indonesia, sehingga dapat menyasar jutaan masyarakat di Indonesia.
Lihat Juga :