Serang Lebanon dan Palestina, Israel Pakai Taktik Ganggu Sinyal GPS

Kamis, 04 Juli 2024 - 07:35 WIB
loading...
Serang Lebanon dan Palestina, Israel Pakai Taktik Ganggu Sinyal GPS
Israel Pakai Taktik Ganggu Sinyal GPS, FOTO/ DAILY
A A A
JERUSALEM - Jerusalem Militer Israel dilaporkan mengganggu sinyal GPS di wilayah metropolitan Tel Aviv selama sekitar satu jam. Hal ini menyebabkan gangguan pada layanan yang mengandalkan GPS



Sopir Uber Hussein Khalil menghadapi kemacetan lalu lintas di Beirut ketika peta online menunjukkan lokasinya di Jalur Gaza.

“Permasalahan ini sering kita hadapi selama lima bulan terakhir hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan mempengaruhi pendapatan,” ujarnya.

Pengguna aplikasi peta di Lebanon mengaku resah dengan 'kebingungan' akibat data lokasi masing-masing yang diyakini diatur oleh Israel setelah perang lintas batas meningkat.

Maret lalu, Beirut menyampaikan keluhan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas 'serangan' Tel Aviv terhadap kedaulatan negara berupa gangguan transmisi sinyal di sekitar wilayah udara bandara ibu kota.

Khalil juga menunjukkan tangkapan layar aplikasi yang menunjukkan lokasinya di kota Rafah di Gaza yang berjarak sekitar 300 kilometer dan di Lebanon timur dekat perbatasan Suriah padahal posisi sebenarnya di Beirut.

“Ada seorang penumpang yang pernah menelepon saya karena bingung dengan lokasi saya yang tertulis di aplikasi. Saya harus menjelaskan kepadanya bahwa saya hanya berada di sekitar ibu kota dan bukan di Baalbek yang terletak di timur Lebanon,” tambahnya.

Beberapa orang lain juga mengklaim bahwa peta online mereka menunjukkan lokasi mereka di Bandara Beirut meskipun berada di tempat lain.

Sejak perang genosida di Gaza meletus, Israel sengaja meluncurkan jammer terhadap fungsi Global Positioning System (GPS) untuk menyasar pergerakan Hamas dan sekutunya.

Angkatan Pertahanan Israel (IDF) memaafkan gangguan GPS proaktif dengan alasan untuk keperluan berbagai operasi.

Sebuah situs web yang mengumpulkan data interferensi sinyal geolokasi berdasarkan informasi pesawat, gpsjam.org melaporkan tingkat interferensi yang tinggi di Lebanon dan sebagian Suriah, Yordania, dan Israel pada 28 Juni.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1852 seconds (0.1#10.140)