Pakistan Blokir Media Sosial X, Dianggap Ancam Keamanan Nasional

Kamis, 18 April 2024 - 09:13 WIB
loading...
Pakistan Blokir Media Sosial X, Dianggap Ancam Keamanan Nasional
Pengguna media sosial di Pakistan mengalami kesulitan mengakses platform milik Elon Musk itu sejak pertengahan Februari. (Foto: Reuters)
A A A
JAKARTA - Pemerintah Pakistan akhirnya mengonfirmasi pemblokiran platform media sosial X yang sudah lama dicurigai sejak bulan Februari karena masalah keamanan nasional.

Pengguna media sosial di Pakistan mengalami kesulitan mengakses platform milik Elon Musk itu sejak pertengahan Februari ketika partai mantan perdana menteri Imran Khan menyerukan protes nasional terhadap dugaan kecurangan dalam pemilihan umum.

Konfirmasi tersebut berasal dari Kementerian Dalam Negeri Pakistan yang menyebutkan pemblokiran tersebut dalam dokumen tertulis yang diserahkan ke pengadilan pada Rabu (17/4/2024).

"Sangat penting untuk disebutkan di sini bahwa kegagalan Twitter/X untuk mematuhi arahan sah pemerintah Pakistan dan mengatasi kekhawatiran tentang penyalahgunaan platformnya mengharuskan diberlakukannya larangan," demikian bunyi laporan tersebut dilansir dari Reuters.



Pemerintah Pakistan menuduh perusahaan media sosial tersebut enggan bekerja sama dengan otoritas setempat dalam menyelesaikan masalah-masalah "kritis".

"Keputusan untuk memberlakukan larangan pada Twitter/X di Pakistan dibuat demi kepentingan menegakkan keamanan nasional, menjaga ketertiban umum, dan menjaga integritas bangsa kita," kata laporan itu.

Pengadilan Tinggi Sindh (Sindh High Court) mengecam keras keputusan untuk menangguhkan X dan memerintahkan pemerintah untuk memulihkan platform tersebut dalam waktu satu minggu.



Ketua Hakim SHC, Aqeel Ahmed Abbasi, saat mendengarkan beberapa petisi tentang penangguhan platform media sosial yang sebelumnya disebut Twitter, mengatakan, "Apa yang Anda (Kementerian Dalam Negeri) capai dengan mematikan hal-hal sepele ... Dunia pasti menertawakan kita."

Seorang pejabat senior pemerintah telah secara terbuka mengakui adanya manipulasi suara dalam pemilihan umum 8 Februari, yang memicu kemarahan dan seruan protes dari Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI).
(msf)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.2875 seconds (0.1#10.140)