Kominfo: Starlink Wajib Berbadan Hukum dan Terapkan Tarif Adil Jika Ingin Masuk Indonesia
Jum'at, 02 Februari 2024 - 20:36 WIB
loading...
Starlink dikabarkan bakal masuk Indonesia secara resmi pada 2024. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mewajibkan layanan internet milik Elon Musk, Starlink berbadan hukum lokal jika ingin berjualan di Indonesia.
Hal ini seperti disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Ditjen PPI Kominfo, Indra Maulana.
“Starlink itu ketika mereka mau beroperasi di sini harus bikin badan hukum Indonesia,” katanya dalam acara bertajuk Ngopi Bareng Kominfo yang digelar di Kantor Kominfo, Jakarta Pusat pada Jumat (2/2/2024).
Indra menjelaskan, ketika Starlink yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat sudah berbentuk badan hukum Indonesia, maka mereka akan terikat dengan segala aturan seperti penyelenggara telekomunikasi yang lain.
“Dari perizinan, kewajiban, hingga hal lainnya akan berlaku sama,” lanjutnya.
Selain mewajibkan Starlink untuk berbadan hukum Indonesia, Starlink juga harus memenuhi syarat berupa penerapan tarif yang adil.
Indra memaparkan perlu tarif yang disebut “best cost” agar Starlink tidak brutal dalam menentukan tarif yang bisa merugikan penyelenggara telekomunikasi lainnya.
Hal ini seperti disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Ditjen PPI Kominfo, Indra Maulana.
“Starlink itu ketika mereka mau beroperasi di sini harus bikin badan hukum Indonesia,” katanya dalam acara bertajuk Ngopi Bareng Kominfo yang digelar di Kantor Kominfo, Jakarta Pusat pada Jumat (2/2/2024).
Indra menjelaskan, ketika Starlink yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat sudah berbentuk badan hukum Indonesia, maka mereka akan terikat dengan segala aturan seperti penyelenggara telekomunikasi yang lain.
“Dari perizinan, kewajiban, hingga hal lainnya akan berlaku sama,” lanjutnya.
Selain mewajibkan Starlink untuk berbadan hukum Indonesia, Starlink juga harus memenuhi syarat berupa penerapan tarif yang adil.
Indra memaparkan perlu tarif yang disebut “best cost” agar Starlink tidak brutal dalam menentukan tarif yang bisa merugikan penyelenggara telekomunikasi lainnya.
Lihat Juga :