Mengenal Chip 7nm Buatan China pada Ponsel Huawei yang Dilarang di AS

Minggu, 10 September 2023 - 20:09 WIB
loading...
Mengenal Chip 7nm Buatan China pada Ponsel Huawei yang Dilarang di AS
Huawei Mate Pro 60+ diketahui menggunakan chip 7 nanometer (nm) Kirin 9000s, buatan Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) milik negara (Pemerintah China). Foto/Min News
A A A
WASHINGTON - Huawei Mate Pro 60+ diketahui menggunakan chip 7 nanometer (nm) Kirin 9000s, buatan Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) milik negara (Pemerintah China). Penemuan chip 7 nm itu membuat Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana China mendapatkan teknologi tersebut.

Penemuan chip 7 nm pada ponsel Mate pro 60+ dibongkar oleh TechInsights, sebuah organisasi penelitian dan analisis semikonduktor. Pemerintah AS dilaporkan telah membuka penyelidikan terhadap chip buatan China yang digunakan dalam ponsel pintar berkemampuan 5G.

AS telah berupaya membatasi ketersediaan chip 7 nm di China dengan memberlakukan pembatasan ekspor. Namun, penyertaan chip tersebut dalam ponsel menunjukkan bahwa upaya pembuatan chip dalam negeri China mungkin lebih maju dari yang diperkirakan sebelumnya.



“Bukti SMIC 7 nm (N+2), mewakili tonggak desain dan manufaktur buatan China yang paling canggih,” tulis TechInsights dalam sebuah postingan blog dikutip SINDOnews dari laman computerworld, Minggu (10/9/2023).

SMIC dilarang oleh AS untuk memperoleh mesin yang diperlukan untuk produksi chip 7 nm pada akhir tahun 2020 hingga saat ini. Chip paling canggih yang pernah diproduksi SMIC adalah semikonduktor 14nm berskala lebih besar.

Departemen Perdagangan AS belum menanggapi permintaan komentar Bloomberg. Namun, Bloomberg melaporkan bahwa departemen tersebut telah meluncurkan penyelidikan sehubungan dengan temuan tersebut.

Chip 7 nm tercanggih dibuat menggunakan proses yang disebut extreme ultraviolet lithography (EUV), sebuah metode produksi yang mahal. Micron Technologies, misalnya, telah menginvestasikan 500 miliar yen (USD3,6 miliar) untuk membawa teknologi tersebut ke Jepang.



Micron berencana menggunakan mesin yang didukung oleh teknologi ini untuk membuat memori akses acak dinamis (DRAM) generasi berikutnya, yang juga dikenal sebagai chip 1-gamma, di pabriknya di Hiroshima. Chip DRAM banyak digunakan dalam elektronik digital yang memerlukan memori berbiaya rendah dan berkapasitas tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.2693 seconds (0.1#10.140)
pixels