Perbandingan Rudal Jelajah Tomahawk, Kalibr, dan Brahmos

Senin, 08 Mei 2023 - 17:42 WIB
loading...
Perbandingan Rudal Jelajah...
Rudal jelajah sejenis peluru kendali strategis terbang rendah dengan kemampuan membawa hulu ledak nuklir dan konvensional. Foto/navalpost/MDAA
A A A
MOSKOW - Rudal jelajah sejenis peluru kendali strategis terbang rendah dengan kemampuan membawa hulu ledak nuklir dan konvensional. Rudal jelajah mampu melakukan perjalanan dengan kecepatan subsonik, supersonik, atau hipersonik, pada lintasan non-balistik dengan ketinggian sangat rendah sekitar 50 meter di atas permukaan laut.

Rudal jelajah adalah salah satu sistem senjata paling tangguh dalam inventaris sebagian besar negara. Namun, biayanya yang mahal dan sekali pakai, penggunaan rudal jelajah dalam skala besar terhadap target permukaan bernilai rendah dinilai tidak ekonomis.

Rudal jelajah dapat dikategorikan berdasarkan ukuran, kecepatan, jangkauan, dan platform peluncuran (diluncurkan dari darat, udara, kapal permukaan, atau kapal selam). Seringkali versi rudal yang sama diproduksi untuk platform peluncuran berbeda.

Baca juga; Perbedaan Kecepatan Antara Rudal Hipersonik dan Rudal Supersonik

Terkadang versi yang diluncurkan dari udara dan kapal selam sedikit lebih ringan dan lebih kecil dari versi yang diluncurkan dari darat dan kapal. Berikut perbandingan rudal jelajah Tomahawk milik Amerika Serikat, Kalibr (Rusia), dan Brahmos (India-Rusia) dirangkum dari laman military today, missiledefenseadvocacy, dan navalpost, Senin (8/5/2023).

Tomahawk

Perbandingan Rudal Jelajah Tomahawk, Kalibr, dan Brahmos


Tomahawk adalah rudal jelajah subsonik jarak jauh, segala cuaca, yang ditembakkan dari kapal permukaan dan kapal selam. Rudal jelajah Tomahawk awalnya diproduksi oleh General Dynamics, saat ini diproduksi oleh Raytheon.

Rudal Tomahwak memiliki panjang 5,56 meter, diameter 51,8 cm dan lebar sayap 2,67 meter. Rudal seberat 1.315 kg ini membawa hulu ledak nuklir atau konvensional.

Rudal Tomahawk ditenagai oleh mesin turbo-fan jelajah Williams International F415 dan motor roket ARC MK 135. Propulsi ini rudal Tomahwak mampu memberikan kecepatan subsonik 880 km per jam.

Baca juga; Raytheon Bikin 111 Rudal Tomahawk Terbaru, Dilengkapi GPS dan Sistem Pemandu Medan

Dengan modifikasi Blok V, Tomahawk memiliki kemampuan yang meningkat, mengintegrasikan sistem pencari baru sehingga mampu mencapai target lebih dari 1000 mil (sekitar 1.600 Km). Rudal Tomahawk dipandu dengan sistem navigasi inersia dan dapat diprogram ulang selama penerbangan untuk mengubah target.

Kalibr

Perbandingan Rudal Jelajah Tomahawk, Kalibr, dan Brahmos


Kalibr merupakan rudal jelajah serangan darat yang ditembakkan dari kapal laut Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir konvensional seberat 450 kg. Rudal jelajah Kalibr diluncurkan dari fregat kelas Gepard Rusia dan korvet kelas Buyan-M, mampu menempuh jarak 1.500 km untuk mencapai target.

Tidak banyak data tentang rudal jelajah Kalibr, sehingga ada yang menyebutkan memiliki jangkauan maksimal sekitar 1.500 – 2.500 km dan ada yang bisa diluncurkan dari kapal selam. Rudal Kalibr dipandu dengan GPS dan pencari radar aktif sehingga mampu terbang 19,5 meter di atas laut dan 50 meter di atas tanah dengan kecepatan hingga 965 km per jam.

Rudal jelajah Kalibr mungkin tidak memiliki beberapa kemampuan link data interaktif sehingga tidak mampu mengubah target selama penerbangan seperti Tomahawk. Faktor ini mungkin membuat biaya produksi rudal jelajah Kalibr lebih murah untuk diproduksi secara massal.

Baca juga; Spesifikasi Kalibr, Rudal Jelajah Canggih Milik Rusia

Keuntungan paling signifikan rudal Kalibr adalah dapat ditembakkan dari berbagai kapal yang lebih kecil daripada kapal AS yang biasanya membawa Tomahawk, sehingga lebih mudah untuk digunakan. Rudal Kalibr juga sedang dikembangkan untuk ditembakkan dari pangkalan darat statis, kendaraan, dan pesawat terbang.

Brahmos

Perbandingan Rudal Jelajah Tomahawk, Kalibr, dan Brahmos


Brahmos adalah rudal jelajah supersonik jarak pendek dan dapat membawa hulu ledak nuklir. Rudal jelajah Brahmos dikembangkan bersama oleh India dan Rusia melalui usaha patungan Brahmos Aerospace yang didirikan pada tahun 1998.

Nama Brahmos diambil dari singkatan dua sungai, yaitu Brahmaputra dari India dan Moskva dari Rusia. Rudal Brahmos merupakan salah satu rudal jelajah tercepat di dunia, mampu melesat dengan kecepatan supersonik sekitar Mach 2,8 atau 3.430 km per jam.

Rudal Brahmos telah diadopsi oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara India, dapat diluncurkan dari darat, laut, dan udara. Namun, rudal jelajah Brahmos memiliki jangkauan hanya sekitar 290-300 km.

Baca juga; Rudal Kerja Sama Rusia India Makin Gahar, BrahMos Berhulu Ledak Nuklir Jangkau Jarak 450 Km

Rudal Brahmos didasarkan pada rudal jelajah anti-kapal supersonik P-800 Oniks Rusia, dengan ukuran panjang 9 meter dan diameter 0,7 m. Rudal Brahmos memiliki sistem propulsi dua tahap, pendorong roket berbahan bakar padat untuk akselerasi awal dan ramjet berbahan bakar cair untuk penerbangan supersonik.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Rudal Steel Dome, Perisai...
Rudal Steel Dome, Perisai Baja Berlapis yang Tak Tertembus Guncang Timur Tengah
Rudal DF-61 Buatan China...
Rudal DF-61 Buatan China Siap Merobek Langit
Bongkar Teknologi Rudal...
Bongkar Teknologi Rudal Siluman Su-57 yang Timbulkan Masalah di Ukraina
Rudal Balistik Iran...
Rudal Balistik Iran Jangkau 4.000 Km, tapi Seberapa Akurat dan Mematikan?
Pentagon Habiskan Rp32...
Pentagon Habiskan Rp32 Triliun Per Hari, Harga Satu Bom Setara Rumah Mewah
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Rekomendasi
Mesir Koyak Gawang Australia...
Mesir Koyak Gawang Australia di Babak Pertama
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Dicap Penyusup oleh...
Dicap Penyusup oleh Roy Suryo saat Sidang Praperadilan, Suhadi Beberkan Kejanggalan Materi Gugatan
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved