Rudal Balistik Iran Jangkau 4.000 Km, tapi Seberapa Akurat dan Mematikan?

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:49 WIB
loading...
Rudal Balistik Iran...
Uji rudal jarak 4.000 km Iran memicu kekhawatiran global. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Kemampuan rudal balistik Iran kembali menjadi sorotan setelah uji serangan jarak jauh hingga sekitar 4.000 kilometer—jarak yang secara teoritis mampu menjangkau sebagian besar wilayah Eropa. Termasuk Inggris.

Iran dilaporkan meluncurkan dua rudal ke arah pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia, yang berjarak hampir 4.000 km dari wilayah Iran.

Serangan ini menjadi penting karena melampaui batas yang selama ini diklaim Iran sendiri, yakni sekitar 2.000 km untuk rudal balistik mereka. Jika angka tersebut valid, maka jangkauan Iran secara teori meningkat dua kali lipat.

Analis menyebut ini sebagai “serangan terjauh yang pernah dicoba Iran”, sekaligus membalik asumsi lama tentang keterbatasan program rudal negara tersebut.

Bagaimana Rudal Balistik Bekerja?
Rudal Balistik Iran Jangkau 4.000 Km, tapi Seberapa Akurat dan Mematikan?

Secara teknis, rudal balistik bekerja seperti peluru. Setelah diluncurkan menggunakan roket, rudal akan meluncur mengikuti lintasan parabola, sebagian besar dipengaruhi gravitasi hingga kembali ke bumi dengan kecepatan tinggi.

Dalam klasifikasi umum, rudal jarak menengah memiliki jangkauan sekitar 1.000 hingga 3.000 km, sementara rudal jarak menengah lanjutan hingga antarbenua bisa mencapai 3.000 hingga 5.500 km atau lebih.

Dengan jangkauan 4.000 km, rudal Iran mulai memasuki kategori yang mampu menjangkau wilayah lintas benua.

Apakah Iran Punya Teknologi Baru?
Rudal Balistik Iran Jangkau 4.000 Km, tapi Seberapa Akurat dan Mematikan?

Menariknya, tidak ada bukti Iran mengembangkan rudal baru. Para analis menduga Iran hanya memodifikasi sistem yang sudah ada, seperti rudal Khorramshahr atau Sejjil yang sebelumnya memiliki jangkauan sekitar 2.000 km.

Salah satu cara paling sederhana untuk memperpanjang jangkauan adalah dengan mengurangi bobot hulu ledak.

“Semakin ringan payload, semakin jauh rudal bisa meluncur,” ujar analis pertahanan Etienne Marcuz.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Rekomendasi
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Mini Soccer Bulog Perkuat...
Mini Soccer Bulog Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Bersama Stakeholder
Akademi Persib Bandung...
Akademi Persib Bandung dan Putri Garut Berebut Gelar Juara U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars
Berita Terkini
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved