Picu Ketakutan AS dan Sekutu, China Berencana Bangun Megakonstelasi 13.000 Satelit
Sabtu, 25 Februari 2023 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Senjata, termasuk laser dan pemancar gelombang mikro, dapat digunakan untuk melumpuhkan satelit Starlink. Ini dapat dilakukan ketika memasuki area yang menurut pemerintah China tidak boleh dimasuki, seperti ruang di atas China.
Starlink sendiri memiliki berencana menempatkan 4.500 satelit di jaringan generasi pertamanya dan izin untuk menempatkan 7.500 satelit lainnya di orbit. Layanan ini tersedia di sebagian besar negara dan lokasi di seluruh dunia, dengan China menjadi salah satu pengecualian.
![Picu Ketakutan AS dan Sekutu, China Berencana Bangun Megakonstelasi 13.000 Satelit]()
Program GW China ini merupakan bagian dari rencana lima tahun, berjalan hingga 2026, yang membutuhkan jaringan komunikasi terintegrasi, observasi Bumi, dan satelit navigasi. Program ini mendapat dukungan luas di tingkat atas pemerintah China, karena memungkinkan untuk berbagai satelit di seluruh China.
Menurut publikasi media pemerintah China, Science and Technology Daily, stasiun pangkalan komunikasi dibangun di Chongqing. Perusahaan yang mendapat kontrak untuk membangun pusat satelit di Chongqing, adalah Commsat.
Baca juga; Elon Musk Aktifkan Layanan Internet Starlink untuk Warga Iran
China telah meluncurkan satelit observasi Bumi, termasuk dua satelit yang disebut Gaofen, yang diklaim China untuk memantau bencana laut, lingkungan maritim, dan konservasi air. Tidak ada rincian yang dirilis tentang kemampuan satelit, namun memiliki resolusi gambar setajam 5 inci, yang akan menempatkan pada level yang sama dengan satelit mata-mata AS.
China juga telah menyelesaikan peluncuran BeiDou, sebagai alternatif sistem navigasi satelit GPS milik AS, yang tersedia secara global. Baru-baru ini pada bulan Desember, China juga menyetujui produksi satelit uji komunikasi broadband, yang dibangun oleh Commsat sebagai perangkat uji.
Starlink sendiri memiliki berencana menempatkan 4.500 satelit di jaringan generasi pertamanya dan izin untuk menempatkan 7.500 satelit lainnya di orbit. Layanan ini tersedia di sebagian besar negara dan lokasi di seluruh dunia, dengan China menjadi salah satu pengecualian.

Program GW China ini merupakan bagian dari rencana lima tahun, berjalan hingga 2026, yang membutuhkan jaringan komunikasi terintegrasi, observasi Bumi, dan satelit navigasi. Program ini mendapat dukungan luas di tingkat atas pemerintah China, karena memungkinkan untuk berbagai satelit di seluruh China.
Menurut publikasi media pemerintah China, Science and Technology Daily, stasiun pangkalan komunikasi dibangun di Chongqing. Perusahaan yang mendapat kontrak untuk membangun pusat satelit di Chongqing, adalah Commsat.
Baca juga; Elon Musk Aktifkan Layanan Internet Starlink untuk Warga Iran
China telah meluncurkan satelit observasi Bumi, termasuk dua satelit yang disebut Gaofen, yang diklaim China untuk memantau bencana laut, lingkungan maritim, dan konservasi air. Tidak ada rincian yang dirilis tentang kemampuan satelit, namun memiliki resolusi gambar setajam 5 inci, yang akan menempatkan pada level yang sama dengan satelit mata-mata AS.
China juga telah menyelesaikan peluncuran BeiDou, sebagai alternatif sistem navigasi satelit GPS milik AS, yang tersedia secara global. Baru-baru ini pada bulan Desember, China juga menyetujui produksi satelit uji komunikasi broadband, yang dibangun oleh Commsat sebagai perangkat uji.
(wib)
Lihat Juga :