Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Dorman yang Langka

Selasa, 19 Juli 2022 - 08:31 WIB
Sebuah bintang biru bercahaya terang dan panas, dengan massa sekitar 25 kali matahari juga mengorbit ke lubang hitam tersebut. Sistem biner ini diberi nama VFTS 243. Para peneliti percaya bintang pendamping pada akhirnya juga akan menjadi lubang hitam juga.

Mencari lubang hitam yang tidak aktif seperti ini memang sulit. Sulit dideteksi, karena sedikit sekali berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Banyak kandidat yang diusulkan jadi lubang hitam tidak aktif, tapi telah dibantah dengan studi lebih lanjut. ”Tantangan mencari lubang hitam seperti ini memang tinggi,” ujar Tomer Shenar, peneliti dari Amsterdam University. “Seperti mencari jarum di tumpukan jerami,” tambahnya.

”Lubang hitam ini dicari-cari oleh astronom selama puluhan tahun,” tambah astronomer Kareem El-Badry dari Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics.

Para ilmuwan mengamati lubang hitam tersebut selama enam tahun dari Teleskop Observatorium Eropa Selatan yang berbasis di Chili.

Kareem mengatakan, ada banyak jenis lubang hitam. Yang terkecil, seperti yang baru terdeteksi, disebut lubang hitam bermassa bintang yang dibentuk oleh runtuhnya bintang individu masif di akhir siklus hidupnya.

Ada juga lubang hitam massa menengah serta lubang hitam supermasif besar yang berada di pusat sebagian besar galaksi. ”Lubang hitam pada dasarnya adalah objek gelap. Mereka tidak memancarkan cahaya apa pun. Oleh karena itu, untuk mendeteksi lubang hitam, kami biasanya melihat sistem biner di mana kami melihat satu bintang bercahaya bergerak di sekitar objek kedua yang tidak terdeteksi,” kata Julia Bodensteiner, peneliti pascadoktoral di European Southern Observatory di Munich.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!