Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Dorman yang Langka

Selasa, 19 Juli 2022 - 08:31 WIB
Biasanya diasumsikan bahwa runtuhnya bintang raksasa ke dalam lubang hitam dikaitkan dengan ledakan supernova yang kuat. Dalam hal ini, bintang yang mungkin 20 kali massa matahari meniupkan sebagian materinya ke luar angkasa dalam pergolakan kematiannya, kemudian runtuh dengan sendirinya tanpa ledakan.

Bentuk orbit dengan bintang pendampingnya memberikan bukti bahwa tidak adanya ledakan. “Orbit sistem hampir melingkar sempurna,” kata Tomer. Jika supernova terjadi, kekuatan ledakan akan menendang lubang hitam yang baru terbentuk ke arah acak dan menghasilkan orbit elips daripada orbit lingkaran, tambah Shenar.

Lubang hitam bisa menjadi sangat rakus, menelan material apa pun - gas, debu, dan bintang - dalam tarikan gravitasinya.

”Lubang hitam hanya bisa menjadi rakus jika ada sesuatu yang cukup dekat dengan mereka sehingga mereka dapat melahapnya. Biasanya, kami mendeteksi mereka jika mereka menerima materi dari bintang pendamping, sebuah proses yang kami sebut akresi,” kata Bodensteiner.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan dengan Kamera Terbaik

Tomer menambahkan, “dalam sistem lubang hitam dorman, pendampingnya cukup jauh sehingga materi tidak menumpuk di sekitar lubang hitam untuk memanas dan memancarkan sinar-X,”.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!