Dua Lubang Hitam Supermasif Bergabung di Tata Surya

Selasa, 05 Mei 2026 - 11:47 WIB
loading...
Dua Lubang Hitam Supermasif...
Dua Lubang Hitam Supermasif, Foti/ Live Science
A A A
NEW YORK - Terletak 500 juta tahun cahaya dari Bumi, sebuah lubang hitam supermasif sedang bergabung dengan lubang hitam lainnya, sebuah proses yang dapat diselesaikan dalam satu abad.


Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society mengungkapkan bahwa para astronom telah menemukan sepasang lubang hitam supermasif yang berputar semakin dekat dan berada di ambang tabrakan dahsyat.

Lubang hitam supermasif biasanya memiliki massa ratusan juta hingga miliaran kali massa Matahari. Penggabungan lubang hitam bukanlah hal yang jarang terjadi dalam skala kosmik, tetapi sistem seperti ini, dalam fase spiral terakhirnya dan akan bertabrakan, sangatlah langka.

Lebih penting lagi, ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah manusia kita memiliki kesempatan untuk mengamati penggabungan lubang hitam supermasif yang begitu besar.

Para ilmuwanmemperkirakan bahwa penggabungan dua lubang hitam ini dapat terjadi dalam waktu 100 tahun dan dapat dideteksi oleh detektor gelombang gravitasi di Bumi. Ini adalah peristiwa yang sangat singkat dalam sejarah panjang alam semesta, tetapi memberikan kesempatan pengamatan yang langka bagi umat manusia.

Silke Britzen, seorang astronom di Institut Max Planck untuk Astronomi Radio dan salah satu penulis bersama studi baru ini, mengatakan: "Setelah penggabungan, kami memperkirakan bahwa salah satu dari dua lubang hitam akan tetap ada. Saya sangat penasaran untuk melihat bagaimana 'tarian' di ruang angkasa ini akan berlanjut."

Tim peneliti menganalisis galaksi Mark 501, yang terletak sekitar 500 juta tahun cahaya dari Bumi, menggunakan data pengamatan dari teleskop radio selama 23 tahun. Sebelumnya, pusat galaksi ini dianggap sebagai quasar yang digerakkan oleh satu lubang hitam, yang memancarkan aliran energi terang dari intinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Rekomendasi
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei pada 9 Juli
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Berita Terkini
Percepat Transformasi,...
Percepat Transformasi, Telkom Sukses Tuntaskan Restrukturisasi 10 Entitas Bisnis
MacBook Air Makin Mahal,...
MacBook Air Makin Mahal, M1 Baru Rp8 Jutaan dan Bekas Rp6 Jutaan Masih Layak Dibeli?
Mengapa Spam Judi Online...
Mengapa Spam Judi Online Makin Marak di Kolom Komentar Media Sosial?
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved