Didukung Perkembangan Teknologi, BSKAP Dorong Penerapan Program Inovasi
Selasa, 07 Juni 2022 - 14:36 WIB
Sebab itu, program Inovasi dengan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Kementerian Agama, dan Bappenas bersama-sama memberikan ruang dan sarana bagi tenaga pendidik untuk mengembangkan praktik inspiratif dalam model pembelajaran, termasuk implementasi kurikulum Merdeka Belajar.
Kepala BSKAP Kemendikbudristek Anindito Aditomo mengungkapkan pihaknya selalu senang dapat bekerja dengan Tim Inovasi serta mitra-mitra daerah. Memiliki tujuan yang sama dalam bidang pendidikan, keduanya berfokus pada penerapan Merdeka Belajar sebagai kesempatan yang adil terhadap pendidikan berkualitas.
“Kami ingin memastikan anak-anak kami bukan hanya bersekolah tetapi juga berkesempatan untuk tumbuh kembang, mendapatkan stimulasi agar mereka memiliki karakter dan kompetensi dasar yang diperlukan untuk masa depan mereka,” kata Anindito dalam acara Temu Inovasi #13 yang diselenggarakan secara hybrid pada Selasa (7/6/2022).
Kurikulum Merdeka Belajar sendiri bertujuan untuk mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa. Terdapat tiga karakteristik utama dari kurikulum ini, yakni menjadi lebih sederhana dan fokus pada materi esensial, fleksibilitas, serta pembelajaran berbasis project guna pengembangan soft skills dan karakter.
Hasil studi Kemendikbudristek pun menunjukkan proyek mitigasi learning loss dengan kurikulum yang lebih sederhana menghasilkan capaian belajar yang optimal dan berpotensi. Untuk literasi dan numerasi hanya membutuhkan waktu empat bulan agar semangat belajar kembali bangkit dan sistem pembelajaran lebih efisien serta terintegrasi.
Kepala BSKAP Kemendikbudristek Anindito Aditomo mengungkapkan pihaknya selalu senang dapat bekerja dengan Tim Inovasi serta mitra-mitra daerah. Memiliki tujuan yang sama dalam bidang pendidikan, keduanya berfokus pada penerapan Merdeka Belajar sebagai kesempatan yang adil terhadap pendidikan berkualitas.
“Kami ingin memastikan anak-anak kami bukan hanya bersekolah tetapi juga berkesempatan untuk tumbuh kembang, mendapatkan stimulasi agar mereka memiliki karakter dan kompetensi dasar yang diperlukan untuk masa depan mereka,” kata Anindito dalam acara Temu Inovasi #13 yang diselenggarakan secara hybrid pada Selasa (7/6/2022).
Kurikulum Merdeka Belajar sendiri bertujuan untuk mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa. Terdapat tiga karakteristik utama dari kurikulum ini, yakni menjadi lebih sederhana dan fokus pada materi esensial, fleksibilitas, serta pembelajaran berbasis project guna pengembangan soft skills dan karakter.
Hasil studi Kemendikbudristek pun menunjukkan proyek mitigasi learning loss dengan kurikulum yang lebih sederhana menghasilkan capaian belajar yang optimal dan berpotensi. Untuk literasi dan numerasi hanya membutuhkan waktu empat bulan agar semangat belajar kembali bangkit dan sistem pembelajaran lebih efisien serta terintegrasi.
Lihat Juga :