Begini Cara OY! Indonesia Bantu Keuangan Perusahaan dan UMKM
Selasa, 16 November 2021 - 12:34 WIB
“UMKM walau mencoba jualan online, transaksi mereka masih banyak yang tunai. Kami ingin mendukung mereka. Karenanya, kami tidak hanya memberi layanan online saja,” jelas dia.
KoinWorks adalah salah satu perusahaan teknologi yang memanfaatkan teknologi pengelolaan money movement di OY! Indonesia. Chief Marketing Officer KoinWorks Jonathan Bryan menyebut bahwa layanan money movement OY! Indonesia penting dalam membantu pengelolaan keuangan KoinWorks, platform yang berbasis peer to peer (P2P) lending itu.
”Kami memiliki 1 juta customer. Sementara kita harus transfer uang yang nominalnya tidak Rp10 juta, bisa lebih dari itu. Atau misalnya mengembalikan ke konsumen. Bayangkan jika transaksi itu harus dilakukan tim finance kita. Tidak mungkin. Dengan teknologi OY! Indonesia, kita tak perlu approval dari atasan,” jelasnya.
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, keberadaan platform OY! Indonesia mampu memberikan efisiensi di industri fintech di tengah ramainya pelaku teknologi finansial. ”Memang antar perusahaan fintech harus berkolaborasi untuk bisa bertahan di industri,” ujarnya.
Sementara itu, Jesayas menambahkan bahwa platform OY! Indonesia bisa mengelola transaksi bisnis mulai hulu sampai hilir. ”Mulai payroll, pengiriman uang, pembayaran invoice, uang masuk, hingga cash management (digital money movement). Bahkan OY! Indonesia memiliki cash in transit di 10 kota di Republik ini serta penyediaan mesin ATM (offline money movement),” ungkapnya.
KoinWorks adalah salah satu perusahaan teknologi yang memanfaatkan teknologi pengelolaan money movement di OY! Indonesia. Chief Marketing Officer KoinWorks Jonathan Bryan menyebut bahwa layanan money movement OY! Indonesia penting dalam membantu pengelolaan keuangan KoinWorks, platform yang berbasis peer to peer (P2P) lending itu.
”Kami memiliki 1 juta customer. Sementara kita harus transfer uang yang nominalnya tidak Rp10 juta, bisa lebih dari itu. Atau misalnya mengembalikan ke konsumen. Bayangkan jika transaksi itu harus dilakukan tim finance kita. Tidak mungkin. Dengan teknologi OY! Indonesia, kita tak perlu approval dari atasan,” jelasnya.
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, keberadaan platform OY! Indonesia mampu memberikan efisiensi di industri fintech di tengah ramainya pelaku teknologi finansial. ”Memang antar perusahaan fintech harus berkolaborasi untuk bisa bertahan di industri,” ujarnya.
Sementara itu, Jesayas menambahkan bahwa platform OY! Indonesia bisa mengelola transaksi bisnis mulai hulu sampai hilir. ”Mulai payroll, pengiriman uang, pembayaran invoice, uang masuk, hingga cash management (digital money movement). Bahkan OY! Indonesia memiliki cash in transit di 10 kota di Republik ini serta penyediaan mesin ATM (offline money movement),” ungkapnya.
Lihat Juga :