Selama Ramadan, Pengguna Zakat Digital Tumbuh 30 Persen
Minggu, 03 April 2022 - 15:11 WIB
loading...
Peminat zakat lewat digital terus tumbuh. Startup OY! Berupaya untuk membantu badan Baznas mempermudah menyalurkan zakat. Foto: dok OY! Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Peminat zakat lewat digital ternyata tumbuh tinggi. Tepatnya, mencapai 30 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Head of Digital Fundraising Division Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Fahrudin.
”Di masa pandemi, pembayaran zakat yang dihimpun lewat saluran-saluran digital mengalami peningkatan hingga 30%,” ujarnya.
Menurut Fahrudin, sejak 2016 Baznas sendiri telah mendorong pemanfaatan platform media digital sebagai instrumen pembayaran zakat. Untuk itu, mereka bekerja sama dengan penyedia platform seperti OY! Indonesia. OY! Indonesia adalah perusahaan financial technology yang berfokus pada layanan money moving.
”Kami melihat adanya kebutuhan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran zakat secara online. Khususnya pada saat Ramadan dengan fitur payment checkout link,” ujar Fahrudin. ”Di masa pandemi, masyarakat lebih suka menggunakan pembayaran zakat online karena lebih praktis, dan dapat dengan mudah mereka lakukan melalui smartphone atau gadget mereka,” tambahnya.
CEO OY! Indonesia Jesayas Ferdinandus mengatakan, sebagai money movement aggregator, pihaknya ingin membantu lebih banyak pelaku bisnis melalui produk dan solusi finansial yang dapat menyederhanakan proses perputaran dan pengelolaan keuangan.
”Di masa pandemi, pembayaran zakat yang dihimpun lewat saluran-saluran digital mengalami peningkatan hingga 30%,” ujarnya.
Menurut Fahrudin, sejak 2016 Baznas sendiri telah mendorong pemanfaatan platform media digital sebagai instrumen pembayaran zakat. Untuk itu, mereka bekerja sama dengan penyedia platform seperti OY! Indonesia. OY! Indonesia adalah perusahaan financial technology yang berfokus pada layanan money moving.
”Kami melihat adanya kebutuhan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran zakat secara online. Khususnya pada saat Ramadan dengan fitur payment checkout link,” ujar Fahrudin. ”Di masa pandemi, masyarakat lebih suka menggunakan pembayaran zakat online karena lebih praktis, dan dapat dengan mudah mereka lakukan melalui smartphone atau gadget mereka,” tambahnya.
CEO OY! Indonesia Jesayas Ferdinandus mengatakan, sebagai money movement aggregator, pihaknya ingin membantu lebih banyak pelaku bisnis melalui produk dan solusi finansial yang dapat menyederhanakan proses perputaran dan pengelolaan keuangan.
Lihat Juga :