Asal-Usul Vaksin dari China, Eropa hingga Yunani punya Cerita Sendiri
Minggu, 18 Juli 2021 - 08:02 WIB
Edward Jenner adalah seorang dokter dan ilmuwan Inggris yang melopori konsep vaksin pertama di dunia. Hal itu pertama kali dilakukannya ketika wabah cacar melanda Eropa. Jenner disebut sebagai “Bapak Imunologi” dan karyanya dikatakan ‘menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada pekerjaan manusia lain’.
Edward Jenner lahir di Berkeley, Gloucestershire pada 17 Mei 1749. Jenner lahir pada saat pola praktik medis dan pendidikan Inggris mengalami perubahan bertahap. Ia adalah seorang pemuda desa dan putra dari seorang pendeta. Ketika ayahnya meninggal dunia, usia Edward baru lima tahun. Sejak itu, ia dibesarkan oleh seorang kakak laki-laki yang juga seorang pendeta di sebuah desa yang tenang.
Saat usianya 14 tahun, ia magang dengan seorang ahli bedah lokal dan kemudian dilatih di London. Di tahun 1772, Edward kembali ke Berkeley dan menghabiskan sebagian besar sisa kariernya sebagai dokter di kota asalnya. Ia mampu, terampil, dan populer. Selain mempraktikkan kedokteran, ia bergabung dengan dua kelompok medis untuk mempromosikan pengetahuan medis dan sesekali menulis makalah medis. Jenner juga suka memainkan biola di klub musik, menulis syair ringan, dan sebagai seorang naturalis, ia melakukan banyak pengamatan, terutama tentang kebiasaan bersarang burung kukuk dan migrasi burung.
Pada abad 18, hampir setengah juta orang di Eropa dan negara lainnya meninggal dunia akibat cacar (smallpox). Awalnya Jenner mengamati tetangganya Sarah yang memiliki tanda cacar sapi di tangan dan lengannya. Ia bertanya kepada gadis tersebut tentang cacar sapi yang diidapnya. Gadis tersebut menyebutkan tidak akan tertular cacar karena ia pernah mengidap cacar sapi. Dengan penjelasan tersebut Jenner pun yakin cacar sapi dapat melindungi manusia dari cacar alami yang mematikan.
Lalu, tahun 1796 Jenner dan James Phipps melakukan eksperimen dengan menguji teorinya. Ia menguji seseorang yang menderita penyakit ringan cacar sapi tetapi tak pernah tertular cacar, salah satu pembunuh terbesar pada masa itu, terutama di antara anak-anak. Jenner menyuntikan cairan dan lepuhan cacar sapi seorang anak laki-laki pemerah susu di Inggris. Lepuhan muncul di tempat olesan tersebut, dan berhasil menyembuhkan anak tersebut. Inilah yang kemudian menjadi vaksin pertama di dunia. Lalu, Jenner mencoba berulang kali untuk anak-anak yang terkena cacar, nyatanya mereka tak kembali sakit.
Edward Jenner lahir di Berkeley, Gloucestershire pada 17 Mei 1749. Jenner lahir pada saat pola praktik medis dan pendidikan Inggris mengalami perubahan bertahap. Ia adalah seorang pemuda desa dan putra dari seorang pendeta. Ketika ayahnya meninggal dunia, usia Edward baru lima tahun. Sejak itu, ia dibesarkan oleh seorang kakak laki-laki yang juga seorang pendeta di sebuah desa yang tenang.
Saat usianya 14 tahun, ia magang dengan seorang ahli bedah lokal dan kemudian dilatih di London. Di tahun 1772, Edward kembali ke Berkeley dan menghabiskan sebagian besar sisa kariernya sebagai dokter di kota asalnya. Ia mampu, terampil, dan populer. Selain mempraktikkan kedokteran, ia bergabung dengan dua kelompok medis untuk mempromosikan pengetahuan medis dan sesekali menulis makalah medis. Jenner juga suka memainkan biola di klub musik, menulis syair ringan, dan sebagai seorang naturalis, ia melakukan banyak pengamatan, terutama tentang kebiasaan bersarang burung kukuk dan migrasi burung.
Pada abad 18, hampir setengah juta orang di Eropa dan negara lainnya meninggal dunia akibat cacar (smallpox). Awalnya Jenner mengamati tetangganya Sarah yang memiliki tanda cacar sapi di tangan dan lengannya. Ia bertanya kepada gadis tersebut tentang cacar sapi yang diidapnya. Gadis tersebut menyebutkan tidak akan tertular cacar karena ia pernah mengidap cacar sapi. Dengan penjelasan tersebut Jenner pun yakin cacar sapi dapat melindungi manusia dari cacar alami yang mematikan.
Lalu, tahun 1796 Jenner dan James Phipps melakukan eksperimen dengan menguji teorinya. Ia menguji seseorang yang menderita penyakit ringan cacar sapi tetapi tak pernah tertular cacar, salah satu pembunuh terbesar pada masa itu, terutama di antara anak-anak. Jenner menyuntikan cairan dan lepuhan cacar sapi seorang anak laki-laki pemerah susu di Inggris. Lepuhan muncul di tempat olesan tersebut, dan berhasil menyembuhkan anak tersebut. Inilah yang kemudian menjadi vaksin pertama di dunia. Lalu, Jenner mencoba berulang kali untuk anak-anak yang terkena cacar, nyatanya mereka tak kembali sakit.
Lihat Juga :