Asal-Usul Vaksin dari China, Eropa hingga Yunani punya Cerita Sendiri
Minggu, 18 Juli 2021 - 08:02 WIB
Jenner membuat temuan barunya dengan variolasi menggunakan bahan dari cacar sapi. Bahan itulah yang sangat efektif untuk mematikan penularan terhadap cacar manusia. Variolasi berbeda dengan cacar alami yang masih lebih baik dilakukan dibanding tak sama sekali pada saat itu. Penerima variolasi masih mungkin menyebarkan cacarnya kepada orang lain. Selain itu, variolasi menyebabkan penularan penyakit lain, seperti sifilis.
Kemudian, di tahun 1797, Jenner menyerahkan hasil eksperimennya ke Royal Society. Sayangnya, hasil eksperimennya ditolak. Karena idenya terlalu revolusioner dan membutuhkan lebih banyak bukti. Setelah ia bereksperimen pada beberapa anak-anak lainnya, termasuk putranya sendiri yang berusia 11 bulan. Pada tahun 1798, akhirnya ia mempublikasikan hasil temuannya sendiri dengan buklet kecil dan Jenner menciptakan kata vaksin dari bahasa Latin sapi (vacca) serta cacar sapi (vacinia). Sejak saat itulah, istilah vaksin dikenal sebagai suspensi berisi mikoorganisme yang telah dilemahkan. Fungsinya untuk kekebalan pada tubuh manusia dan mencegah terinfeksinya dari penyakit berbahaya.
Setelah itu, Jenner pergi ke London untuk mencari sukarelawan vaksinasi, tetapi hingga tiga bulan ia belum menemukannya juga. Seorang ahli bedah Henry Cline, yang akhirnya mau jadi sukarelawan dan ia diberikan inokulan oleh Jenner.
Kemudian, di tahun 1797, Jenner menyerahkan hasil eksperimennya ke Royal Society. Sayangnya, hasil eksperimennya ditolak. Karena idenya terlalu revolusioner dan membutuhkan lebih banyak bukti. Setelah ia bereksperimen pada beberapa anak-anak lainnya, termasuk putranya sendiri yang berusia 11 bulan. Pada tahun 1798, akhirnya ia mempublikasikan hasil temuannya sendiri dengan buklet kecil dan Jenner menciptakan kata vaksin dari bahasa Latin sapi (vacca) serta cacar sapi (vacinia). Sejak saat itulah, istilah vaksin dikenal sebagai suspensi berisi mikoorganisme yang telah dilemahkan. Fungsinya untuk kekebalan pada tubuh manusia dan mencegah terinfeksinya dari penyakit berbahaya.
Setelah itu, Jenner pergi ke London untuk mencari sukarelawan vaksinasi, tetapi hingga tiga bulan ia belum menemukannya juga. Seorang ahli bedah Henry Cline, yang akhirnya mau jadi sukarelawan dan ia diberikan inokulan oleh Jenner.
(wbs)
Lihat Juga :