Kasus COVID-19 Global Turun, Benarkah Wabah Sudah Mencapai Puncaknya?
Kamis, 18 Maret 2021 - 23:08 WIB
Penurunan kasus dan kematian terjadi ketika program vaksinasi telah diluncurkan di seluruh dunia. Pada 16 Maret, hampir 90 juta orang telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19, menurut laporan nasional, dan sekitar 390 juta dosis telah diberikan.
Menentukan apakah pandemi telah melewati puncaknya penting untuk menilai risiko wabah dan untuk memutuskan kapan harus mencabut pembatasan. “Ini pertanyaan jutaan dolar,” kata Rachel Baker, seorang ahli epidemiologi di Universitas Princeton di New Jersey.
Banyak Ketidakpastian
Ramanan Laxminarayan, ahli epidemiologi di Universitas Princeton berbasis di New Delhi, India, optimistis pandemik memuncak pada Januari. Lebih banyak gelombang dimungkinkan, dan mereka bahkan mungkin mencapai ketinggian regional baru. "Namun dalam hal kasus baru dan kematian secara global, yang terburuk ada di belakang kita," katanya berpendapat.
Penurunan tersebut, duga Laxminarayan, sebagian disebabkan oleh banyaknya orang yang telah tertular. Dengan lebih sedikit inang yang menginfeksi, penyebaran virus telah melambat, katanya. Ini terjadi di lingkungan perkotaan yang padat, seperti Kota New York, dan negara-negara yang terkena dampak buruk, termasuk India dan Meksiko. Tempat-tempat ini telah mengalami sebagian besar epidemi.
Menentukan apakah pandemi telah melewati puncaknya penting untuk menilai risiko wabah dan untuk memutuskan kapan harus mencabut pembatasan. “Ini pertanyaan jutaan dolar,” kata Rachel Baker, seorang ahli epidemiologi di Universitas Princeton di New Jersey.
Banyak Ketidakpastian
Ramanan Laxminarayan, ahli epidemiologi di Universitas Princeton berbasis di New Delhi, India, optimistis pandemik memuncak pada Januari. Lebih banyak gelombang dimungkinkan, dan mereka bahkan mungkin mencapai ketinggian regional baru. "Namun dalam hal kasus baru dan kematian secara global, yang terburuk ada di belakang kita," katanya berpendapat.
Penurunan tersebut, duga Laxminarayan, sebagian disebabkan oleh banyaknya orang yang telah tertular. Dengan lebih sedikit inang yang menginfeksi, penyebaran virus telah melambat, katanya. Ini terjadi di lingkungan perkotaan yang padat, seperti Kota New York, dan negara-negara yang terkena dampak buruk, termasuk India dan Meksiko. Tempat-tempat ini telah mengalami sebagian besar epidemi.
Lihat Juga :