BSSN Deteksi Serangan Malware dan Trojan Paling Banyak Tahun 2020
Kamis, 04 Maret 2021 - 11:07 WIB
Tak hanya sampai disitu, Adi pun mengungkapkan bahwa kasus kebocoran data juga meningkat di masa pandemi sekarang ini. Para peretas banyak menargetkan data pribadi pengguna internet.
BACA JUGA - Sudah di Depan Mata, Kosmolog Pastikan Ancaman Nyata Penduduk Bumi Bukan COVID-19
"Jenis data yang bocor yang paling dominan justru sektor pemerintah. Mungkin pegawai pemerintah menggunakan perangkat komputer pribadi di rumah dimana mungkin tidak dibekali anti virus dan anti malware. Kemudian data kredensialnya yang dicuri," katanya
Selain itu, aktivitas transaksi keuangan juga menjadi target peretas lainnya. Selain itu,ada juga serangan siber lainnya yang meningkat sepanjang 2020 yakni peretasan virus, email pishing , dan aktivitas malicious dengan tema COVID-19.
Adi pun menilai hal tersebut menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan penyelenggara layanan informasi untuk dapat meningkatkan keamanan di masa seperti sekarang ini.
BACA JUGA - Sudah di Depan Mata, Kosmolog Pastikan Ancaman Nyata Penduduk Bumi Bukan COVID-19
"Jenis data yang bocor yang paling dominan justru sektor pemerintah. Mungkin pegawai pemerintah menggunakan perangkat komputer pribadi di rumah dimana mungkin tidak dibekali anti virus dan anti malware. Kemudian data kredensialnya yang dicuri," katanya
Selain itu, aktivitas transaksi keuangan juga menjadi target peretas lainnya. Selain itu,ada juga serangan siber lainnya yang meningkat sepanjang 2020 yakni peretasan virus, email pishing , dan aktivitas malicious dengan tema COVID-19.
Adi pun menilai hal tersebut menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan penyelenggara layanan informasi untuk dapat meningkatkan keamanan di masa seperti sekarang ini.
(wbs)
Lihat Juga :