Banyak Kebocoran Data, BSSN: Serangan Siber di 2022 Justru Turun Dibanding 2021

Jum'at, 20 Januari 2023 - 08:44 WIB
loading...
Banyak Kebocoran Data, BSSN: Serangan Siber di 2022 Justru Turun Dibanding 2021
BSSN menyebut serangan keamanan siber di 2022 justru turun dibanding 2021. Foto: Kratikal
A A A
JAKARTA - Jumlah serangan siber di seluruh dunia pada 2022 naik 5 persen dibanding 2021. Dalam sehari, rata-rata ada 400.000 file berbahaya yang didistribusikan setiap hari (data Kaspersky).

Meski demikian, data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkap fakta sebaliknya. Insiden serangan keamanan siber di 2022 menurut BSSN mengalami penurunan dibanding 2021 yang mencapai 1,6 miliar serangan.

“Serangannya hampir 1 miliar (untuk 2022). Ini anomali-anomali ancaman yang ada di ruang siber,” ujar Kepala BSSN Hinsa Siburian seperti dilansir Antara.

Menurut catatan BSSN, jumlah serangan siber sepanjang 2022 mencapai 976.429.996 dengan anomali trafik paling banyak masih berasal dari aktivitas malware.

Aktivitas malware adalah serangan dari perangkat lunak yang dirancang mampu merusak sistem komputer atau jaringan komputer sehingga membahayakan pemilik perangkat.

Pada 2022, malware tercatat mendominasi dibanding dengan jenis serangan-serangan siber lainnya dengan total persentase 56,84 persen.
Di posisi kedua, kebocoran data atau information leak menjadi serangan siber terbanyak dengan persentase 14,75 persen.

Juru Bicara BSSN Ariandi Putra mengatakan kebocoran data di 2022 termasuk dalam serangan siber yang menyita perhatian salah satunya seperti kebocoran data yang diungkap oleh peretas bernama Bjorka.

Berulang kali Bjorka mengungkap kebocoran data mulai dari data-data pelanggan di beberapa korporat dan badan serta beberapa pejabat publik.

“Dari beberapa insiden kebocoran data yang menghiasi sepanjang 2022 itu telah kita identifikasi. Ada beberapa yang kita temukan dan ternyata pengulangan dari kasus dugaan kebocoran data sebelumnya,” ujar Ariandi.

Serangan lainnya yang mengancam keamanan siber di Tanah Air adalah Trojan Activity sebesar 10,9 persen dan disusul dengan serangan siber lainnya yang dikelompokkan sebagai serangan lain-lain sebesar 17,51 persen.

BACA JUGA: Pemilik Mobil Listrik Kini Bisa Ngecas di Pasific Place, Cuma Bayar Rp35 Ribu

Sebagai langkah pencegahan menangkal serangan-serangan siber itu BSSN senantiasa memantaunya lewat National Security Operation Center (NSOC) atau Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional.

Selain itu, BSSN juga memberikan notifikasi maupun pedoman kepada lembaga atau pun pemilik layanan sistem elektronik yang mengalami atau berpotensi terkena serangan siber sehingga dapat segera memperbaiki celahkeamanannya.
(dan)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3252 seconds (10.177#12.26)