Boncos Rp155 Triliun, Jack Ma Bukan Lagi Terkaya di China
Senin, 04 Januari 2021 - 10:05 WIB
| Nama | Perusahaan | Kekayaan |
| Colin Huang | Pinduoduo | USD58,6 miliar |
| Pony Ma | Tencent | USD53,3 miliar |
| Jack MA | Alibaba, Ant | USD50,9 miliar |
| Wiliang Ding | NetEase | USD29,8 miliar |
| Zhang Yiming | ByteDance | USD25 miliar |
| Wang Xing | Meituan | USD20,2 miliar |
| Richard Liu | JD.com | USD19,3 miliar |
Tentu saja, merosotnya kekayaan Jack Ma masih ada kaitannya dengan ucapannya yang mengkritik pemerintah China akan regulasi finansial yang ketat sehingga membuat perusahaan sulit berinovasi. Juga, menyebut bank-bank China beroperasi dengan mental “tukang gadai”.
Dampaknya, pemerintah China saat ini mengawasi ketat setiap langkah Ant Group, perusahaan Jack Ma yang gagal melantai di bursa saham. Para investor Alibaba maupun Ant Group pun saat ini ketar-ketir.
Bruce Pang, kepala penelitian makro dan strategi di China Renaissance Securities Hong Kong menyebut bahwa ada sinyal-sinyal bahwa pemerintah China akan semakin ketat mengawasi gerak-gerik raksasa teknologi di China. Terutama dengan pedoman regulasi anti-monopoli dan antritrust.
Selain menggagalkan IPO Ant Group milik Jack Ma, pemerintah China juga memberlakukan pembatasan tambahan pada sektor pinjaman konsumen, mengusulkan aturan baru untuk mengekang dominasi raksasa internet, serta mendenda Alibaba dan unit Tencent atas akuisisi yang dilakukan tahun lalu.
Lihat Juga :