Kaspersky: 3 dari 10 Orang Asia Pasifik Punya Akun Medsos Anonim
Selasa, 08 Desember 2020 - 19:21 WIB
Inti dari temuan ini adalah bahwa konsumen di Asia Pasifik kini semakin menyadari reputasi yang mereka bangun secara online dan pentingnya reputasi tersebut bagi kehidupan nyata mereka.
Atas alasan tersebut, maka tidak mengherankan jika 49% responden akan mengecek akun media sosial suatu merek atau perusahaan sebelum membeli barang atau jasanya.
Satu hal yang perlu diperhatikan untuk bisnis adalah lebih dari setengah (51%) responden survei menggarisbawahi pentingnya reputasi online perusahaan.
Hampir 5 dari 10 (48%) menyatakan bahwa mereka menghindari perusahaan yang terlibat dalam insiden atau telah menerima liputan berita negatif secara online.
Selain itu, 38% juga berhenti menggunakan produk perusahaan atau merek setelah terlibat dalam semacam krisis online. Hampir separuh (41%) juga mengungkapkan bahwa reputasi endorser merek turut memengaruhi pandangan mereka terhadap merek tersebut.
Ketika ditanyai mengenai transparansi merek di halaman online perusahaan, 50% pengguna di Asia Pasifik berpendapat bahwa perusahaan tidak boleh menghapus komentar negatif di akun media sosial mereka.
General Manager Kaspersky Asia Tenggara Yeo Siang Tiong mengatakan, survei terbaru ini mengonfirmasi bahwa konsumen sekarang meminta pertanggung jawaban perusahaan atas reputasi online mereka, cara yang sama seperti individu menentukan skor kredit seseorang melalui prilaku media sosial, untuk menyaring kemampuan kerja seseorang, dan bahkan untuk menolak atau menyetujui permintaan visa seseorang.
"Dengan dampak ke dunia nyata ini, kita harus mempelajari tindakan penyeimbangan yang baik antara privasi dan keamanan demi mengamankan reputasi digital kita yang semakin krusial,” ujar Tiong dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/12)
(dan)
Lihat Juga :
tulis komentar anda