Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Jum'at, 03 Juli 2026 - 20:51 WIB
Füssel menegaskan solusinya sebenarnya sudah diketahui. "Tidak perlu jadi jenius untuk menemukan solusinya, tapi implementasinya memang sulit," katanya dari Kopenhagen. Solusi yang ia maksud: penghijauan ruang kota, pembentukan zona sejuk bagi warga, penjadwalan ulang liburan petugas darurat selama periode panas, dan—ya—AC dengan sumber energi bersih.
Namun ada hambatan struktural yang sering diabaikan. "Yang diuntungkan dari AC tidak selalu yang bisa mengambil keputusan untuk memasangnya," ujar Füssel, merujuk pada keterbatasan penyewa apartemen di Eropa yang tidak bisa bebas memodifikasi huniannya.
Seberapa luas kepemilikan AC di Eropa?
Hanya 20 persen secara keseluruhan. Prancis 25 persen, Inggris sekitar 14 persen—jauh di bawah Amerika Serikat yang melampaui 90 persen rumah tangga.
Namun ada hambatan struktural yang sering diabaikan. "Yang diuntungkan dari AC tidak selalu yang bisa mengambil keputusan untuk memasangnya," ujar Füssel, merujuk pada keterbatasan penyewa apartemen di Eropa yang tidak bisa bebas memodifikasi huniannya.
FAQ: Gelombang Panas Eropa 2026
Berapa banyak korban jiwa?
Lebih dari 250 orang dalam sepekan terakhir, termasuk anak-anak yang tenggelam saat mencari kesejukan dan korban sengatan panas langsung.Seberapa luas kepemilikan AC di Eropa?
Hanya 20 persen secara keseluruhan. Prancis 25 persen, Inggris sekitar 14 persen—jauh di bawah Amerika Serikat yang melampaui 90 persen rumah tangga.
Mengapa AC tidak otomatis jadi solusi?
AC memompa panas keluar gedung, memperburuk efek pulau panas perkotaan. Jika listriknya dari bahan bakar fosil, AC juga menambah emisi karbon—memperparah perubahan iklim yang memicu gelombang panas itu sendiri.Apa solusi jangka panjang yang realistis?
Penghijauan kota, zona sejuk publik, insulasi bangunan yang lebih baik, perencanaan darurat kesehatan yang lebih adaptif, dan penggunaan AC dengan sumber energi terbarukan.(dan)
Lihat Juga :