Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Jum'at, 03 Juli 2026 - 20:51 WIB
Tanpa insulasi, ditambah jendela kaca, lantai atas gedung-gedung Paris berubah jadi oven yang tak kunjung dingin bahkan di malam hari.
Panas terperangkap di antara gedung-gedung beton, menambah beberapa derajat ekstra yang membuat gelombang panas terasa jauh lebih menyiksa.
Lebih jauh lagi, AC yang ditenagai listrik dari bahan bakar fosil memperparah pemanasan global—penyebab utama gelombang panas yang kian intens itu sendiri.
"Apa yang terjadi di bawah perubahan iklim adalah banyak peristiwa ekstrem yang semakin menguat. Dalam gelombang panas, kita kini melihat suhu di Eropa dua hingga empat derajat lebih tinggi dibanding tanpa pemanasan akibat aktivitas manusia," kata Clair Barnes, peneliti di Grantham Institute for Climate Change and the Environment.
Mengapa AC Justru Bisa Memperparah Situasi
AC mendinginkan dalam ruangan, tapi memompa panas keluar. "Di kawasan kota yang padat, AC pada dasarnya memindahkan panas dari bangunan ke lingkungan urban dan bisa menciptakan efek pulau panas yang semakin kuat," jelas Hans-Martin Füssel, pakar risiko iklim di European Environment Agency.Panas terperangkap di antara gedung-gedung beton, menambah beberapa derajat ekstra yang membuat gelombang panas terasa jauh lebih menyiksa.
Masalah Jaringan Listrik
Prancis yang 95 persen listriknya bersumber dari energi terbarukan—nuklir, hidro, angin, dan surya—pun tidak kebal. Gelombang panas berbentuk "kubah omega" memperlambat angin sehingga turbin kurang berputar. Air pendingin untuk reaktor nuklir berkurang. Hasilnya: produksi listrik turun, harga listrik grosir naik.Lebih jauh lagi, AC yang ditenagai listrik dari bahan bakar fosil memperparah pemanasan global—penyebab utama gelombang panas yang kian intens itu sendiri.
"Apa yang terjadi di bawah perubahan iklim adalah banyak peristiwa ekstrem yang semakin menguat. Dalam gelombang panas, kita kini melihat suhu di Eropa dua hingga empat derajat lebih tinggi dibanding tanpa pemanasan akibat aktivitas manusia," kata Clair Barnes, peneliti di Grantham Institute for Climate Change and the Environment.
Solusi Ada, Implementasi Terlambat
Stéphanie Rist, Menteri Kesehatan Prancis, mencatat lonjakan 30 persen panggilan ke layanan darurat medis. Di beberapa lokasi, scanner MRI mati karena kepanasan, menghambat penanganan pasien.Lihat Juga :