Dianggap Berbahaya, Huawei Dilarang Digunakan di Eropa

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WIB
loading...
Dianggap Berbahaya,...
Huawei Dilarang Digunakan di Eropa. Foto/Daily
A A A
BEIJING - Pada awal tahun 2026, Komisi Eropa membuka jalan untuk memperketat, dan bahkan melarang, Huawei dan ZTE berpartisipasi dalam jaringan telekomunikasi, sebagai bagian dari amandemen undang-undang keamanan siber.

Raksasa teknologi China, Huawei, menghadapi tantangan besar di Eropa karena Komisi Eropa memperketat langkah-langkah untuk mengecualikan pemasok yang dianggap "berisiko tinggi" dari infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut.

Dengan menaruh harapan besar pada pasar Eropa, Huawei telah berinvestasi besar-besaran sejak akhir tahun 2010-an, memanfaatkan perkembangan teknologi 5G untuk memperluas pangsa pasarnya di bidang peralatan jaringan.

Pada tahun 2018, perusahaan tersebut – yang saat itu merupakan produsen ponsel pintar terbesar ketigadi dunia, setelah Apple dan Samsung – bahkan mengadakan acara peluncuran produk berskala besar di Paris untuk memperkuat posisinya di segmen premium.

Namun, pandangan ini dengan cepat berubah. Pada awal tahun 2026, Komisi Eropa membuka jalan untuk memperketat, dan bahkan melarang, Huawei dan ZTE berpartisipasi dalam jaringan telekomunikasi, sebagai bagian dari amandemen undang-undang keamanan siber.

Uni Eropa (UE) khawatir bahwa peralatan Huawei dapat dimanfaatkan untuk kegiatan spionase atau mengganggu komunikasi – tuduhan yang secara konsisten dibantah oleh perusahaan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
HUAWEI WATCH FIT 5 Series...
HUAWEI WATCH FIT 5 Series Bawa Diabetes Risk Study dan Ultra Sports Tracking
Era ISS Berakhir, China...
Era ISS Berakhir, China Siap Kuasai Langit dengan Perluas Tiangong
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Rekomendasi
Jelang Lawan Inggris,...
Jelang Lawan Inggris, Timnas Norwegia Pindah Hotel Bentuk Protes Akomodasi FIFA
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Berita Terkini
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved