Panduan Deteksi Video Deepfake Langsung dari Ahlinya

Jum'at, 20 Maret 2026 - 12:51 WIB
Video deepfake seringkali memiliki gerakan mulut yang tidak sinkron. Ucapan dan gerakan bibir biasanya tertunda. Bentuk bibir juga rentan terhadap kesalahan saat mengucapkan bunyi seperti "m," "f," atau "t."

Pada akhirnya, Deepfake sangat buruk dalam meniru emosi; senyumannya seringkali kaku dan kurang memiliki kerutan alami, membuat wajah terlihat seperti telah disuntik Botox.

Kedua, terdapat karakteristik yang tidak biasa pada suaranya. Suara yang dihasilkan AI seringkali monoton, kurang variasi intonasi alami, dan terkadang terdengar seperti robot. Selain itu, manusia selalu memiliki jeda untuk bernapas, batuk, atau bersin, sedangkan suara sintetis seringkali sama sekali tidak memiliki nuansa tersebut.

Deepfake seringkali tidak mampu meniru pola bicara, intonasi suara, atau jargon khas seseorang.

Jika Anda mencurigai panggilan video itu palsu, segera minta orang lain untuk melakukan tindakan seperti menoleh ke samping. Sebagian besar video Deepfake dibuat dari foto potret lurus, jadi menoleh ke samping akan menyebabkan gambar tampak buram, terdistorsi, atau berpiksel.

Selain itu, mereka dapat diminta untuk membuat gerakan tangan spontan seperti melambaikan tangan di depan wajah, minum air, atau menggaruk hidung. Deepfake menangani gerakan-gerakan ini dengan sangat buruk, menyebabkan tangan tampak buram atau jari-jari terdistorsi.

Salah satu metode yang cukup umum dan direkomendasikan oleh banyak pakar AI terkemuka untuk membedakan video Deepfake adalah dengan mengajukan pertanyaan pribadi yang rumit yang hanya diketahui oleh orang sungguhan (misalnya, kenanganperjalanantahun lalu) atau menggunakan kata sandi keluarga.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!