Ternyata Rudal Pencegat Iran Pakai Mesin Motor 4 Silinder

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:39 WIB
"Setelah perang ini, drone mungkin akan menarik lebih banyak perhatian dari banyak negara, terlepas dari apakah mereka kekuatan militer atau negara yang lebih lemah," kata pakar militer Tiongkok, Zhang Junshi.

Namun, jenis perangkat ini tidak dapat sepenuhnya menentukan hasil perang. Dalam jangka pendek, jangkauan dan daya hancurnya masih jauh lebih rendah daripada rudal tradisional.

Dari segi pencegahan psikologis, serangan artileri skala besar menciptakan dampak yang sama sekali berbeda. Saat ini, drone terutama berperan sebagai pelengkap, bukan pengganti.

"Mengoperasikan drone secara bertahap menjadi keterampilan dasar bagi para prajurit, sama seperti belajar mengemudi atau menguasai suatu bahasa," komentar Zhang Junshi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!