Ternyata Rudal Pencegat Iran Pakai Mesin Motor 4 Silinder

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:39 WIB
"Dapat dikatakan bahwa drone telah berkembang secara bertahap melalui proses pembelajaran bersama antar negara dalam pertempuran nyata," komentar seorang pakarmiliter.

Shahd-136 bukanlah produk murni Iran. Setelah menyita sebuah drone AS, Iran membongkarnya, mempelajari kemampuannya, dan melokalisasi desainnya.

Dibandingkan dengan versi aslinya yang berharga ratusan juta dolar, pengganti ini lebih sesuai dengan sumber daya dalam negeri dan masih dapat diproduksi dalam skala besar.

Pada Desember 2025, militer AS melakukan rekayasa balik pesawat ini dan mengerahkan sistem serangan tempur tak berawak LUCAS berbiaya rendah untuk pertama kalinya di Timur Tengah.

Biaya rendah bukanlah satu-satunya keunggulan Shahd-136. Badan pesawatnya yang terbuat dari kayu dan komposit lebih sulit dideteksi oleh radar dibandingkan pesawat berbahan logam.

Ketika diluncurkan dalam jumlah besar dari berbagai arah, hal itu memaksa sistem pertahanan udara untuk menyebar sumber daya mereka guna mencegat banyak target secara bersamaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!