Ternyata Rudal Pencegat Iran Pakai Mesin Motor 4 Silinder

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:39 WIB
loading...
Ternyata Rudal Pencegat...
Rudal Pencegat Iran Pakai Mesin Motor 4 Silinder. FOTO/ DAILY
A A A
TEHERAN - Pesawat nirawak (UAV) murah buatan Iran menimbulkan masalah bagi AS di medan perang. Perangkat ini terbuat dari bahan mentah, berbiaya rendah, dan mudah diproduksi secara massal.


Drone Shahd-136 harganya antara USD20.000 dan USD50.000per unit, sementara sistem rudal Patriot yang digunakan untuk mencegatnya berharga USD4 juta,bersama dengan sistem radar yang bernilai ratusan juta dolar.

Yang perlu diperhatikan, perangkat buatan Iran ini menggunakan mesin bensin 4 silinder, memiliki bodi yang terbuat dari plastik dan kayu, dan diluncurkan dari truk yang dimodifikasi. Dengan struktur dasarnya, Shahd-136 masih disebut sebagai "sepeda motor terbang" di medan perang.

Menteri Pertahanan AS Hegseth mengakui bahwa drone Iran "lebih sulit dilawan daripada yang diperkirakan."

Hanya dalam lima hari pertama serangan, diperkirakan rudal Patriot senilai USD2,4 miliardigunakan untuk mencegat senjata yang terbuat dari mesin sepeda motor dan baling-baling kayu.

"Dapat dikatakan bahwa drone telah berkembang secara bertahap melalui proses pembelajaran bersama antar negara dalam pertempuran nyata," komentar seorang pakarmiliter.

Shahd-136 bukanlah produk murni Iran. Setelah menyita sebuah drone AS, Iran membongkarnya, mempelajari kemampuannya, dan melokalisasi desainnya.

Dibandingkan dengan versi aslinya yang berharga ratusan juta dolar, pengganti ini lebih sesuai dengan sumber daya dalam negeri dan masih dapat diproduksi dalam skala besar.

Pada Desember 2025, militer AS melakukan rekayasa balik pesawat ini dan mengerahkan sistem serangan tempur tak berawak LUCAS berbiaya rendah untuk pertama kalinya di Timur Tengah.

Biaya rendah bukanlah satu-satunya keunggulan Shahd-136. Badan pesawatnya yang terbuat dari kayu dan komposit lebih sulit dideteksi oleh radar dibandingkan pesawat berbahan logam.

Ketika diluncurkan dalam jumlah besar dari berbagai arah, hal itu memaksa sistem pertahanan udara untuk menyebar sumber daya mereka guna mencegat banyak target secara bersamaan.

"Setelah perang ini, drone mungkin akan menarik lebih banyak perhatian dari banyak negara, terlepas dari apakah mereka kekuatan militer atau negara yang lebih lemah," kata pakar militer Tiongkok, Zhang Junshi.

Namun, jenis perangkat ini tidak dapat sepenuhnya menentukan hasil perang. Dalam jangka pendek, jangkauan dan daya hancurnya masih jauh lebih rendah daripada rudal tradisional.

Dari segi pencegahan psikologis, serangan artileri skala besar menciptakan dampak yang sama sekali berbeda. Saat ini, drone terutama berperan sebagai pelengkap, bukan pengganti.

"Mengoperasikan drone secara bertahap menjadi keterampilan dasar bagi para prajurit, sama seperti belajar mengemudi atau menguasai suatu bahasa," komentar Zhang Junshi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Rekomendasi
Drama di Akhir Laga,...
Drama di Akhir Laga, Ghana Tekuk Panama 1-0
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Piala Dunia 2026: Akrobat...
Piala Dunia 2026: Akrobat 4 Gol Warnai Hasil Imbang Inggris vs Kroasia di Babak Pertama
Berita Terkini
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved