Mengapa Power Bank bisa Meledak di Kabin Pesawat?

Senin, 20 Oktober 2025 - 16:08 WIB
2. Kerusakan Fisik: Baterai yang terjatuh, terbentur keras, atau tertekan di dalam tas yang penuh sesak dapat mengalami kerusakan internal pada separator antar sel, menyebabkan korsleting.

3. Pengisian Daya Berlebih (Overcharging): Menggunakan pengisi daya yang salah, tidak tersertifikasi, atau berkualitas buruk dapat "memaksa" terlalu banyak daya ke dalam baterai, menyebabkan panas berlebih dan reaksi kimia yang berbahaya.

4. Panas Berlebih Eksternal: Meninggalkan power bank di bawah sinar matahari langsung, di dalam mobil yang panas, atau mengisi daya di atas permukaan yang memerangkap panas (seperti kasur) dapat meningkatkan suhu internal baterai ke titik kritis.

Dalam kasus Air China CA139, meskipun merek power bank belum diidentifikasi, skenario yang paling mungkin adalah kombinasi dari cacat produksi pada perangkat tersebut, yang diperparah oleh potensi tekanan fisik saat disimpan di kompartemen bagasi kabin yang padat.

Bagaimana Seharusnya Konsumen Menangani Baterai Lithium?

Insiden ini, bersama dengan kasus serupa di Air Busan (Januari 2025, 7 orang luka ringan) dan China Southern (Mei 2025), menempatkan tanggung jawab mitigasi risiko tidak hanya pada regulator, tetapi juga pada konsumen.

Berikut adalah panduan esensial berbasis data untuk menangani baterai lithium, terutama power bank, saat bepergian:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!