Spesifikasi Pesawat Jeju Air Flight 2216 Berbiaya Murah yang Jatuh di Korsel

Senin, 30 Desember 2024 - 15:35 WIB
Jeju Air didirikan pada tahun 2005, sebagai hasil kolaborasi antara Aekyung Group, sebuah konglomerat Korea Selatan, dan Pemerintah Provinsi Jeju. Tujuan utama berdirinya Jeju Air adalah untuk meningkatkan konektivitas Pulau Jeju dengan bagian lain Korea Selatan serta mendukung sektor pariwisata.

Jeju Air mempunya hub utama di Bandar Udara Internasional Jeju (CJU), Bandar Udara Internasional Gimpo (GMP) di Seoul dan Bandar Udara Internasional Incheon (ICN).

Pada tahun 2009, Jeju Air mulai mengoperasikan penerbangan internasional, dengan rute perdana ke Bangkok, Thailand. Jeju Air kemudian memperluas layanan ke destinasi di Asia Timur (Jepang, Tiongkok, Taiwan) dan Asia Tenggara (Vietnam, Filipina, dan Indonesia).

Untuk armada, Jeju Air fokus pada Boeing 737-800, pesawat yang ideal untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah, memungkinkan operasi yang efisien dan hemat biaya.

Hingga Januari 2024, Jeju Air mengoperasikan 42 pesawat, terdiri dari Boeing 737-800 dan Boeing 737-8. Menurut sumber lain, Jeju Air memiliki 43 pesawat yang melayani 44 destinasi dengan 62 rute penerbangan, dan jumlah penerbangan sebanyak 271,5 penerbangan per hari.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!