iSpace China Luncurkan Pesawat Ruang Angkasa yang Dapat Digunakan Ulang
Kamis, 21 Desember 2023 - 13:34 WIB
Namun, AZSPACE tidak terpilih untuk maju ke babak berikutnya. Sedangkan iSpace mengerjakan lepas landas vertikal, teknologi pendaratan vertikal yang diperlukan untuk membuat kendaraan peluncur berikutnya yang lebih besar dan lebih kompleks – Hyperbola-3 – dapat digunakan kembali.
Perusahaan tersebut melakukan sepasang uji "lompatan" di Jiuquan dalam beberapa minggu terakhir, mencapai ketinggian 343 meter dan melintasi 50 m hingga mencapai area pendaratan. Tes ini serupa dengan lompatan Belalang SpaceX sebagai bagian dari pengembangan perintis Falcon 9, tahap pertama yang telah diluncurkan dan mendarat ratusan kali.
iSpace menargetkan penerbangan pertama roket Hyperbola-3 pada tahun 2025. Roket tersebut mampu membawa beban seberat 13.000 kilogram ke orbit rendah Bumi. Misi Hyperbola-1 menjadi peluncuran orbital ke-62 China pada tahun 2023.
Perusahaan tersebut melakukan sepasang uji "lompatan" di Jiuquan dalam beberapa minggu terakhir, mencapai ketinggian 343 meter dan melintasi 50 m hingga mencapai area pendaratan. Tes ini serupa dengan lompatan Belalang SpaceX sebagai bagian dari pengembangan perintis Falcon 9, tahap pertama yang telah diluncurkan dan mendarat ratusan kali.
iSpace menargetkan penerbangan pertama roket Hyperbola-3 pada tahun 2025. Roket tersebut mampu membawa beban seberat 13.000 kilogram ke orbit rendah Bumi. Misi Hyperbola-1 menjadi peluncuran orbital ke-62 China pada tahun 2023.
(wib)
Lihat Juga :