Apa yang Terjadi Jika Pesawat Melintas di Atas Segitiga Bermuda? Begini Faktanya
Jum'at, 02 Juni 2023 - 22:44 WIB
Setidaknya dua insiden yang menghebohkan di wilayah tersebut karena melibatkan kapal militer AS. Pada Maret 1918 kapal penambang USS Cyclops, dalam perjalanan ke Baltimore, Maryland, dari Brasil, menghilang di dalam Segitiga Bermuda. Tidak ada penjelasan atas hilangnya kapal tersebut, dan tidak ada reruntuhan yang ditemukan.
Baca juga; Ilmuwan Pastikan Tak Ada Kekuatan Mistis di Segitiga Bermuda
Sekitar 27 tahun kemudian, satu skuadron pengebom (dikenal sebagai Penerbangan 19) di bawah Letnan Charles Carroll Taylor menghilang di wilayah udara di atas Segitiga Bermuda. Seperti dalam insiden Cyclops, tidak ada penjelasan yang diberikan dan tidak ada reruntuhan yang ditemukan.
Jalur badai yang melintas di Samudra Atlantik.
Angkatan Laut AS dan Penjaga Pantai AS menyebutkan kejadian di laut tersebut tidak terkait dengan kekuatan supranatural. Berdasarkan data dan pengalaman, menunjukkan bahwa kecelakaan terjadi akibat kombinasi kekuatan alam dan falibilitas manusia.
Pada tahun 2013, World Wildlife Fund (WWF) melakukan studi mendalam tentang jalur pelayaran maritim. Hasilnya, WWF menetapkan bahwa Segitiga Bermuda bukanlah salah satu dari 10 perairan paling berbahaya di dunia untuk pelayaran.
Bahkan Segitiga Bermuda menopang lalu lintas harian yang padat, baik melalui laut maupun udara. Segitiga Bermuda adalah salah satu jalur pelayaran yang paling banyak dilalui di dunia. Ini adalah rute pengiriman utama antara Pantai Timur AS dan Teluk Meksiko, dan di zaman yang lebih modern ini juga menjadi area yang cukup sibuk untuk pesawat terbang.
Baca juga; Ilmuwan Pastikan Tak Ada Kekuatan Mistis di Segitiga Bermuda
Sekitar 27 tahun kemudian, satu skuadron pengebom (dikenal sebagai Penerbangan 19) di bawah Letnan Charles Carroll Taylor menghilang di wilayah udara di atas Segitiga Bermuda. Seperti dalam insiden Cyclops, tidak ada penjelasan yang diberikan dan tidak ada reruntuhan yang ditemukan.
Jalur badai yang melintas di Samudra Atlantik.
Angkatan Laut AS dan Penjaga Pantai AS menyebutkan kejadian di laut tersebut tidak terkait dengan kekuatan supranatural. Berdasarkan data dan pengalaman, menunjukkan bahwa kecelakaan terjadi akibat kombinasi kekuatan alam dan falibilitas manusia.
Pada tahun 2013, World Wildlife Fund (WWF) melakukan studi mendalam tentang jalur pelayaran maritim. Hasilnya, WWF menetapkan bahwa Segitiga Bermuda bukanlah salah satu dari 10 perairan paling berbahaya di dunia untuk pelayaran.
Bahkan Segitiga Bermuda menopang lalu lintas harian yang padat, baik melalui laut maupun udara. Segitiga Bermuda adalah salah satu jalur pelayaran yang paling banyak dilalui di dunia. Ini adalah rute pengiriman utama antara Pantai Timur AS dan Teluk Meksiko, dan di zaman yang lebih modern ini juga menjadi area yang cukup sibuk untuk pesawat terbang.
Lihat Juga :