Twitter Akui Platfomnya Dijadikan Sarang Konten Radikal

Sabtu, 15 Juni 2019 - 12:49 WIB
Twitter Akui Platfomnya...
Twitter Akui Platfomnya Dijadikan Sarang Konten Radikal
A A A
MENLO PARK - Seorang pejabat Twitter mengungkap bahwa platform media sosial menjadi sarang konten radikal. Ia menyebutkan jejaring sosialnya telah menghapus 1,6 juta akun terkait terorisme.

Sama seperti Facebook dan YouTube, Twitter juga tengah bergulat untuk mengamankan platformnya dari konten ujaran kebencian, hoaks dan isu lainnya.

"Saya pikir di setiap platform, termasuk Twitter, ada pengguna yang membagikan konten radikal. Meskipun begitu kami punya mekanisme dan kebijakan, yang efektif untuk memerangi hal ini," ujar Global Lead for Legal, Policy and Trust and Safety Twitter, Vijaya Gadde dilansir dari laman Metro, Sabtu (15/6/2019).

Menurut Gadde, 90% konten terkait teror yang diturunkan terdeteksi oleh teknologi Twitter sendiri secara proaktif tanpa ada laporan dari pengguna.

Meski begitu, saat pecahnya penembakan di Masjid Christchurch, Selandia Baru yang menewaskan 51 orang tewas pada Maret lalu, Gadde mengakui Twitter mengalami perubahan yang signifikan atau titik balik.

Dalam menghadapi kelompok yang ekstrem, Twitter tetap pada kebijakan tegasnya.

Soal kebijakan, ia mengatakan bahwa Twitter telah melarang lebih dari 110 kelompok brutal. 90 persen dari mereka adalah kelompok nasionalis kulit putih, Partai Nazi Amerika, Proud Boys dan Ku Klux Klan atau KKK.

Dalam kesempatan yang sama Twitter Product Lead, Kayvon Beykpour mengatakan, banyak dari konten pengguna yang kasar, sebenarnya tidak semua melanggar karena setiap konten yang mereka unggah memiliki tingkat kekasaran yang berbeda.

Twitter saat ini memiliki kebijakan baru sebagai bagian dari rencananya untuk membuat pengguna mudah memahami aturan yang ada, dengan memotong kata-kata dalam pedoman resmi yang awalnya 2.500 kata, menjadi kurang dari 600 kata.
(wbs)
Berita Terkait
Twitter Ingatkan Pengguna...
Twitter Ingatkan Pengguna Baca Artikel Dulu Sebelum Retweet
Twitter Matikan Layanan...
Twitter Matikan Layanan SMS Notifikasi
Twitter Akan Blokir...
Twitter Akan Blokir Tautan yang Sebar Ujaran Kebencian
Twitter Hapus Foto yang...
Twitter Hapus Foto yang di Twit Donald Trump
Bos Twitter Ingin Pengguna...
Bos Twitter Ingin Pengguna Medsos Bisa Pilih Algoritma Sendiri
Twitter Sempat Tertarik...
Twitter Sempat Tertarik Akusisi Clubhouse, Tapi Mandek Tengah Jalan
Berita Terkini
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
2 jam yang lalu
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
4 jam yang lalu
LG Tepis Isu Keluar...
LG Tepis Isu Keluar dari Pasar TV dan Menjual Bisnisnya ke Hisense
6 jam yang lalu
Workshop-Tools Mastery...
Workshop-Tools Mastery Class, Tingkatkan Penguasaan Tools AI dan Kemampuan Super Individual
6 jam yang lalu
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
7 jam yang lalu
Ambisi Gila Nvidia:...
Ambisi Gila Nvidia: Tanam Rp2.670 Triliun di Taiwan, Rombak Total Otak Komputer
7 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved