Facebook Hadapi Investigasi Kriminal Karena Diduga Jual Data Pengguna

Jum'at, 15 Maret 2019 - 12:00 WIB
Facebook Hadapi Investigasi...
Facebook Hadapi Investigasi Kriminal Karena Diduga Jual Data Pengguna
A A A
CALIFORNIA - Sebuah laporan baru dari New York Times mengurai secara rincian investigasi kriminal di AS terhadap Facebook. Perusahaan ini sebelumnya memberikan akses terhadap pihak ketiga untuk menggali data pengguna. Perusahaan ketiga yang terlibat dalam skema tersebut juga ikut diperiksa.

Juri Agung telah memanggil catatan dari "dua pembuat smartphone dan perangkat terkemuka lainnya" untuk mencapai bagian paling bawah dari kesepakatan data dengan Facebook. Menurut sumber, kedua perusahaan ini memiliki kemitraan dengan Facebook yang memberi mereka akses ke informasi pribadi penggunanya.

Pada saat ini, tidak jelas apa yang menjadi fokus investigasi kriminal. Meskipun Facebook menolak mengomentari pertanyaan terkait sifat investigasi tersebut, dia memang menawarkan pernyataan yang mengonfirmasi bahwa penyelidikan memang sedang berlangsung.

"Kami bekerja sama dengan penyelidik dan menangani penyelidikan itu dengan serius... Kami telah memberikan kesaksian publik, menjawab pertanyaan, dan berjanji bahwa kami akan terus melakukannya," kata Juru Bicara Facebook untuk The Times.

Facebook masih melakukan penyelidikan yang sedang berlangsung menyusul skandal Cambridge Analytica seputar aplikasi Kuis 2015/ Aplikasi ini memungkinkan akses tidak sah ke data pengguna yang kemudian digunakan untuk mempengaruhi pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016.

Setelah hampir satu tahun berusaha mendapatkan kepercayaan kembali dari penggunanya, laporan baru dari The Times ini muncul. Untuk diketahui, segera setelah skandal Cambridge Analytica dipublikasikan, Facebook memudahkan pengguna untuk memeriksa pengaturan privasi mereka dan pendiri Facebook.

Mark Zuckerberg membuat janji multi-poin tentang bagaimana melindungi data pengguna sejak saat itu. Facebook, WhatsApp, dan Instagram sedang offline untuk banyak orang hari ini, kami ingin tahu apakah laporan ini memiliki korelasi dengan itu.
(mim)
Berita Terkait
Ancaman Kejahatan Siber...
Ancaman Kejahatan Siber Dinilai Harus Menjadi Perhatian Bersama
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
WhatsApp, Instagram,...
WhatsApp, Instagram, dan Facebook Jadi Media Sosial Favorit Penjahat Siber di Indonesia
Fitur Verifikasi Wajah,...
Fitur Verifikasi Wajah, Antisipasi Mitra Gojek agar Terhindar Cyber Crime
Awas Doxing di Media...
Awas Doxing di Media Sosial, Ini Cara Menghindarinya
Waspadai Akun Media...
Waspadai Akun Media Sosial Lelang Palsu Mengatasnamakan Pegadaian
Berita Terkini
CEO Tampan yang Menyamar...
CEO Tampan yang Menyamar Xu Peng Jualan Sayur, Potret Nyata Aktor China Digusur AI
6 jam yang lalu
Heboh! Oppo Rilis TWS...
Heboh! Oppo Rilis TWS Enco Air5 Series dengan Fitur AI Gemini, Harga Cuma Segini
7 jam yang lalu
Apple Gugat OpenAI:...
Apple Gugat OpenAI: Rahasia Dagang Diduga Dibawa Kabur Lewat Mantan Karyawan
9 jam yang lalu
Aksesoris Ponsel yang...
Aksesoris Ponsel yang Dianggap Punah Akan segera Kembali
11 jam yang lalu
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
22 jam yang lalu
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
1 hari yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved