BlackBerry Limited Telah Merampungkan Akuisisi Cylance

Minggu, 24 Februari 2019 - 18:36 WIB
BlackBerry Limited Telah...
BlackBerry Limited Telah Merampungkan Akuisisi Cylance
A A A
BlackBerry Limited (NYSE: BB; TSX: BB), Minggu (24/2/2019) ini telah merampungkan proses akuisisi perusahaan swasta pengembang artificial intelligence (kecerdasan buatan) dan keamanan siber bernama Cylance yang berasal dari Irvine, California. John Chen selaku Executive Chairman and CEO BlackBerry mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah besar untuk menjadi perusahaan kecerdasan buatan dan keamanan siber terdepan dan terpercaya di seluruh dunia.

“Mengamankan endpoints dan data yang bergerak melalui endpoints merupakan hal yang sangat penting di dunia yang saat ini semakin terhubung. Melalui penggabungan teknologi yang dimiliki Cylance dengan solusi keamanan siber dari BlackBerry, kami akan membantu mitra perusahaan kami dalam menghubungkan, melindungi, dan membangun endpoints yang aman dan dapat dipercaya oleh penggunanya," ujar John Chen selaku Executive Chairman and CEO BlackBerry.

Teknologi machine learning (pembelajaran mesin) dan kecerdasan buatan milik Cylance merupakan tambahan yang strategis bagi portofolio komunikasi end-to-end yang aman dari BlackBerry. Teknologi kecerdasan buatan milik Cylance yang bersifat embeddable atau dapat dibenamkan juga akan mempercepat pengembangan BlackBerry Spark, yaitu sebuah platform komunikasi yang aman untuk mendukung Internet of Things (IoT).

Sebagai President BlackBerry Cylance, Stuart McClure senantiasa menerapkan pendekatan berbasis matematika visioner untuk mendeteksi, mencegah, dan merespon ancaman siber, serta memimpin tim besar perusaahaan yang terdiri dari insinyur dan ilmuwan data yang terampil dalam menyediakan produk dan layanan terpercaya untuk lebih dari 4,000 perusahaan di seluruh dunia.

Reaksi Analis Terhadap Kabar Akusisi

Para analis menyampaikan tanggapan mereka atas skuisi tersebut. Daniel Shuler, Chief Information Security Officer of Phoenix Children’s Hospital, misalnya. Daniel menilai, layanan BlackBerry untuk perusahaan mampu membuktikan keberhasilannya secara terus-menerus. Begitu juga layanan Cylance untuk perusahaan.

"Sudah jelas bahwa saat ini, perangkat seluler merupakan sebuah celah dalam teknologi/sistem yang dapat dieksploitasi oleh peretas dan banyak perusahaan yang belum siap mempertahankan hal tersebut. Kolaborasi antara pakar seluler dan pakar keamanan AI merupakan sesuatu yang sangat dinantikan. Semoga sukses untuk BlackBerry dan Cylance!," komentarnya.

Sementara itu, Rob Enderle dari Enderle Group mengatakan, saat ini keamanan bukanlah sebuah pilihan, melainkan suatu keharusan. “Mengingat semakin meningkatnya ancaman siber serta ketergantungan kita terhadap perangkat IoT yang terhubung, potensi terjadinya bencana digital akibat pelanggaran baik yang disengaja ataupun tak disengaja juga menjadi semakin besar dan hal ini mengkhawatirkan".

BlackBerry, menurutnya, telah menjadi vendor independen terkemuka yang berfokus pada pengamanan perangkat-perangkat terhubung dan rampungnya proses akuisisi Cylance merupakan sebuah momen yang dapat membawa perubahan besar bagi perusahaan maupun industri IoT.

Hal yang sama juga disampaikan Brian Partridge, Research Vice President at 451 Research. “Dalam kesepakatan ini, BlackBerry telah memperoleh teknologi keamanan canggih yang dapat digunakan untuk melindungi platform yang sudah ada serta perlindungan tambahan yang sejalan dengan visi pasar dan fokus pelanggan,” katanya.
(don)
Berita Terkait
Hari Ini BlackBerry...
Hari Ini BlackBerry Lawas Resmi Disuntik Mati
Layanan BlackBerry 7.1...
Layanan BlackBerry 7.1 dan 10 Tinggal Menghitung Hari
Akhir Perjalanan BB,...
Akhir Perjalanan BB, OnwardMobility Ogah Produksi BlackBerry 5G
Nasib BlackBerry Sekarang,...
Nasib BlackBerry Sekarang, Nyerah Jualan HP Banting Setir ke Software Keamanan
Sempat Jadi Raja Smartphone...
Sempat Jadi Raja Smartphone Dunia, Harga HP BlackBerry Sekarang Tinggal Segini
BlackBerry Jual Teknologinya...
BlackBerry Jual Teknologinya Rp 8,7 Triliun
Berita Terkini
Microsoft Disebut Menunda...
Microsoft Disebut Menunda Pembangunan Data Center Secara Global, Jakarta Ikut Terdampak?
1 jam yang lalu
Buntut Tarif Impor Baru,...
Buntut Tarif Impor Baru, Elon Musk dan Mark Zuckerberg Cs Rugi Rp3,48 Kuadriliun dalam Sehari
5 jam yang lalu
Gempa Myanmar Hancurkan...
Gempa Myanmar Hancurkan Kota Purba di Mandalay
11 jam yang lalu
Batas Waktu Berakhir...
Batas Waktu Berakhir Besok! TikTok Belum Laku Terjual
12 jam yang lalu
Mulai DJI, DeepSeek,...
Mulai DJI, DeepSeek, hingga TikTok, Inilah Fantastic Four Taipan Teknologi China yang Mengukir Jejak Inovasi Global
16 jam yang lalu
Bos Epic Games Sebut...
Bos Epic Games Sebut Apple dan Google Lakukan Monopoli dan Berbisnis ala Mafia
16 jam yang lalu
Infografis
Daftar Negara Telah...
Daftar Negara Telah Diinvasi oleh Amerika Serikat dan NATO
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved