Hari Ini BlackBerry Lawas Resmi Disuntik Mati

Selasa, 04 Januari 2022 - 08:10 WIB
loading...
Hari Ini BlackBerry Lawas Resmi Disuntik Mati
Hari ini Blackberry resmi menutup layanan yang masih menggunakan perangkat lunak jadul Blackberry 10 atau versi sebelumnya. Foto/Unsplash
A A A
JAKARTA - Hari ini BlackBerry resmi menutup layanan yang masih menggunakan perangkat lunak jadul Blackberry 10 atau versi sebelumnya. Itu artinya, terhitung Selasa (4/1/2022), BlackBerry sudah tidak bisa melakukan panggilan telepon, mengirim SMS, bahkan melakukan panggilan darurat.

Ponsel BlackBerry telah dinyatakan mati berkali-kali sejak dikalahkan oleh kehadiran Smartphone lebih dari satu dekade lalu. Kendati sudah dinyatakan mati berkali-kali, Blackberry tetap beroperasi dan baru hari ini benar-benar dinyatakan tak bisa berfungsi.

BACA: Pernah Kuasai Jagad Smartphone, BlackBerry Siapkan Ponsel 5G

"Mulai 4 Januari ponsel yang menjalankan perangkat lunak BlackBerry 10 dan BlackBerry 7.1 atau sebelumnya akan tidak lagi berfungsi di jaringan operator atau melalui Wi-Fi," kata BlackBerry yang dikutip dari situs Gadgets.ndtv, Selasa (4/1/2022).

Ponsel BlackBerry yang terkena dampak dari kebijakan ini adalah BlackBerry 10. Ini adalah Blackberry versi terakhir dari OS seluler yang dirilis oleh RIM keluaran tahun 2013.



RIM menghentikan lini BlackBerry-nya pada tahun 2016 dan mengalihkan fokusnya ke perangkat lunak keamanan dengan nama BlackBerry Limited.

Pada tahun 2016, pabrikan Cina TCL mengambil lisensi untuk merek BlackBerry Mobile dan merilis BlackBerry KeyOne dan BlackBerry Key2. Kedua ponsel terbaru itu tidak terpengaruh oleh kebijakan ini.

BACA JUGA: Jejak Dinosaurus Berusia 200 Juta Tahun Ditemukan di Inggris

Namun TCL berhenti membuat ponsel BlackBerry pada tahun 2020 dan mengatakan akan mendukung perangkat hingga Agustus 2022.

Startup keamanan OnwardMobility kemudian mengambil alih BlackBerry Mobile. Onward mengatakan akan merilis ponsel Android BlackBerry 5G baru pada paruh pertama tahun 2021. Sayangnya rencana tersebut belum terwujud hingga kini.
(ysw)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1468 seconds (10.177#12.26)