China Dikabarkan Akan Izinkan Google Beroperasi Kembali

Jum'at, 10 Agustus 2018 - 06:02 WIB
China Dikabarkan Akan...
China Dikabarkan Akan Izinkan Google Beroperasi Kembali
A A A
BEIJING - Pemerintah China dikabarkan akan memberi izin untuk beroperasi lagi setelah China memblokir sejak 2010 lalu. Namun di sisi lain juga menerapkan aturan yang makin ketat untuk perusahaan-perusahaan asing selama setahun ini, termasuk menerapkan aturan sensor yang baru.

Amerika "tetap sangat prihatin atas sikap China membatasi kebebasan berekspresi daring," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS,, menanggapi rencana Google meluncurkan kembali mesin pencarinya di China.

Google menutup mesin pencarinya di China pada 2010, dengan alasan upaya pemerintah "membatasi kebebasan berbicara di situs web." Tetapi sumber Google, yang tidak mau disebut namanya dan berbicara kepada media daring The Intercept, mengatakan Google dalam tahap lanjut meluncurkan aplikasi pencarian dengan sistem Android di China yang akan mematuhi kebijakan sensor Partai Komunis tentang hak asasi, demokrasi, kebebasan berpendapat, dan agama.

The Intercept mengutip dokumen internal Google dan orang-orang yang mengetahui peluncuran itu. Media itu mengatakan, proyek dengan nama sandi "Capung," dikembangkan sejak 2017. Dikatakan proyek itu mulai berkembang lebih cepat setelah pertemuan Desember lalu antara CEO Google Sundar Pichai dan seorang pejabat senior pemerintah China.

China memiliki 772 juta pengguna internet - lebih banyak dari jumlah di negara manapun - dan ratusan juta pengguna potensial yang belum terhubung internet. Pengawas internet China, Cyberspace Administration of China, belum mengomentari rencana itu.

Google menutup operasi mesin pencarinya di daratan China tahun 2010 dengan mengatakan pihaknya tidak lagi bisa mentolerir sensor pemerintah negara itu. Keputusan itu diambil setelah sejumlah peretasan untuk mencuri kode operasi perusahaan itu dan upaya menjebol beberapa akun email.

Sejak saat itu layanan Google dibatasi atau diblokir secara berkala, kemungkinan supaya para konsumen China mengabaikan produk-produk Google atau beralih ke layanan perusahaan-perusahaan dalam negeri yang bekerjasama dengan pemerintah China.
(wbs)
Berita Terkait
Google Buat Tab di Chrome...
Google Buat Tab di Chrome Memuat 10% Lebih Cepat
4 Fitur Baru Google...
4 Fitur Baru Google Maps, Pengguna Lebih Banyak Terlibat
Google Chrome 97 Beta...
Google Chrome 97 Beta Ubah Cara Pengguna Mengelola Data Situs
Google Duo Kini Bisa...
Google Duo Kini Bisa Kirim Tautan Undangan
Pencarian Sejumlah Sektor...
Pencarian Sejumlah Sektor Utama di Google Alami Perubahan selama Pandemik
Google Umumkan Kata...
Google Umumkan Kata Kunci yang Banyak Dicari Selama 2020
Berita Terkini
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
16 jam yang lalu
Burung Merpati Punya...
Burung Merpati Punya GPS Canggih Alamiah Melebihi Teknologi Buatan Manusia
21 jam yang lalu
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
1 hari yang lalu
Sam Altman Akui Salah...
Sam Altman Akui Salah Prediksinya Soal AI Ancam Pekerjaan
2 hari yang lalu
Awali 2026 dengan Kinerja...
Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional
2 hari yang lalu
Dorong Ekosistem Kecerdasan...
Dorong Ekosistem Kecerdasan Artifisial, Indonesia Resmi Miliki .ai.id
2 hari yang lalu
Infografis
Mengapa Taiwan Khawatir...
Mengapa Taiwan Khawatir akan Diinvasi China pada 2027?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved