Parlemen Eropa Kritik Penjelasan Zuckerberg

Kamis, 24 Mei 2018 - 10:49 WIB
Parlemen Eropa Kritik...
Parlemen Eropa Kritik Penjelasan Zuckerberg
A A A
BRUSSELS - Pendiri Facebook Mark Zuckerberg meminta maaf pada anggota parlemen Uni Eropa (UE) atas peran perusahaannya dalam skandal Cambridge Analytica dan membiarkan berita palsu marak di platformnya.

Zuckerberg meminta maaf karena Facebook digunakan untuk membahayakan pihak lain. Meski demikian, penjelasan Zuckerberg tidak memuaskan semua anggota parlemen dalam pertemuan itu. Beberapa anggota parlemen menganggap Zuckerberg menghindari berbagai pertanyaan mereka dan hanya memberi penjelasan secara umum.

Seorang politisi Inggris menyatakan, sesi tanya jawab di parlemen Eropa itu merupakan peluang yang hilang. “Sayangnya, format tanya jawab memungkinkan Zuckerberg memilih responnya dan tidak merespon pada poin setiap individu,” kata Damian Collins, kepala Komite Olahraga dan Media Budaya Digital parlemen Inggris.

Format itu sangat berbeda dari penjelasan Zuckerberg pada para anggota parlemen Amerika Serikat (AS) pada April. Jika para politisi AS berkesempatan menanggapi ulang Zuckerberg dalam serangkaian tanya jawab, para pemimpin kelompok politik yang beragam di Parlemen Eropa menanyakan beberapa pertanyaan dalam satu kali sesi.

Zuckerberg harus menunggu hingga semua pertanyaan itu disampaikan sebelum menjawab setiap pertanyaan. Zuckerberg menghabiskan waktu 22 menit untuk menanggapi sejumlah pertanyaan pada sesi itu dan dapat memilih-milih pertanyaan yang akan dijawabnya.

Beberapa politisi mengaku tidak puas dengan format tanya jawab itu dan ada yang menuduh Zuckerberg telah memilih format tersebut untuk alasan tertentu.

Juru bicara Zuckerberg menyatakan, pihaknya tidak memilih struktur atau format tanya jawab. Ini dikonfirmasi oleh presiden parlemen Antonio Tajani.

Saat konferensi pers, Tajani menjelaskan anggota parlemen sangat sadar waktu Zuckerberg sangat terbatas untuk menanggapi semua pertanyaan. Dia juga menjelaskan, Zuckerberg bersedia menyediakan jawaban tertulis sebagai kelanjutan pertemuan itu.

Zuckerberg tidak menjawab pertanyaan tentang apakah Facebook merupakan monopoli dan bagaimana perusahaan berencana menggunakan data dari divisi WhatsApp. Dia juga tidak menjawab langsung pernyataan tentang profil bayangan atau apakah data non pengguna-Facebook juga dikumpulkan.

Beberapa anggota parlemen menyatakan skeptis tentang bisnis tersebut. Anggota parlemen Guy Verhofstadt bertanya pada Zuckerberg apakah dia ingin diingat sebagai jenius yang menciptakan monster digital. Pertanyaan ini tidak dijawab Zuckerberg.

Anggota parlemen Inggris dan pendukung Brexit, Nigel Farage berpendapat Facebook bukan platform yang netral secara politik. Dia bertanya apakah Facebook mendiskriminasikan para komentator kelompok tengah-kanan.

Zuckerberg merespon pertanyaan itu dengan mengatakan, “Facebook tidak pernah membuat keputusan tentang apa konten yang diizinkan pada basis orientasi politik.”

Menanggapi pertanyaan lain, Zuckerberg juga menyatakan dia berupaya menemukan aplikasi lain yang menyalahgunakan data konsumen. Dia menekankan investigasi internal pada ribuan pengembang pihak ketiga untuk melihat apakah ada kasus sama dengan skandal Cambridge Analytica, membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Format pertemuan di Parlemen Eropa itu membuat Zuckerberg dapat mengelompokkan berbagai pertanyaan dalam penjelasan yang lebih luas. Jika membaca blog dari Facebook yang dipublikasikan dalam tiga bulan terakhir maka semua informasi yang diungkapkan Zuckerberg itu telah ada.

Hal itu membuat marah beberapa anggota parlemen yang merasa penjelasan Zuckerberg kurang memuaskan kekhawatiran mereka. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Ini Tampang 6 Tersangka...
Ini Tampang 6 Tersangka Grup Facebook Fantasi Sedarah
Cara Mencari Akun Facebook...
Cara Mencari Akun Facebook yang Hilang dan Lupa Kata Sandi
Facebook Tambahkan Tools...
Facebook Tambahkan Tools Parental Control Ke Messenger, Apa Fungsinya?
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan...
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan Akun Facebook yang Dibajak
Enggan Kehilangan Pengguna,...
Enggan Kehilangan Pengguna, Facebook Rancang Strategi Baru Mirip TikTok
84% Konten Disinformasi...
84% Konten Disinformasi Medis di Facebook Tidak Diberi Label
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
1 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
3 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
3 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
3 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
3 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
4 jam yang lalu
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved