Kembangkan Bisnis Ruang Angkasa, Jeff Bezos Jual Saham Amazon Rp13,3 Triliun

Kamis, 06 April 2017 - 15:33 WIB
Kembangkan Bisnis Ruang...
Kembangkan Bisnis Ruang Angkasa, Jeff Bezos Jual Saham Amazon Rp13,3 Triliun
A A A
COLORADO - Pendiri Amazon.com dan pengusaha terkaya kedua di kolong langit, Jeff Bezos menyatakan ingin menjual saham Amazon USD1 miliar atau setara Rp13,3 triliun (estimasi kurs Rp13.330/USD). Saham Amazon akan dijual secara bertahap setiap tahun demi mendanai perusahaan barunya, Blue Origin yang berorientasi pengembangan bisnis ruang angkasa.

Melansir dari Reuters, Kamis (6/4/2017), Blue Origin sejatinya akan melakukan uji penerbangan ruang angkasa pada tahun ini. Namun hal itu diundur hingga tahun depan. Masalah biaya disinyalir menjadi penyebab penundaan program mercu suar tersebut.

“Model bisnis saya sekarang Blue Origin. Karena itu saya ingin menjual saham Amazon setiap tahun sekitar USD1 miliar untuk berinvestasi di Blue Origin,” ujar Bezos, kepala eksekutif Amazon yang juga pemilik media The Washington Post di Colorado Springs.

Bezos ingin Blue Origin menjadi perusahaan yang menguntungkan, mandiri, dan memiliki rencana jangka panjang untuk memangkas ongkos penerbangan ruang angkasa. Pengembangan dan penelitian ini bisa menjadi bisnis untuk perjalanan ruang angkasa.

Mengutip Bloomberg, Kamis (6/4), Bezos mengatakan pengembangan bisnis ini sekaligus untuk menarik orang melakukan perjalanan alias wisata ruang angkasa, dimana seseorang bisa merogoh dompetnya hingga USD300.000 atau Rp3,9 miliar untuk wisata ruang angkasa.

Bezos
Dalam jumpa persnya di Colorado, Bezos menampilkan pesawat ulang alik Blue Origin yang didesain seperti hotel dan restoran. Terdapat sebuah jendela besar agar penumpang bisa merasakan dan menikmati sensasi wisata ruang angkasa.

Wakil Presiden Sistem Ruang Angkasa di HNU Photonics Bill Goodman mengatakan, jendela berdiameter 22 inci dan tebal 3½ inci tersebut, terbuat dari lapisan yang dirancang khusus untuk menahan tabrakan dari partikel debu yang bergerak cepat di ruang angkasa, menjaga tekanan udara di dalam kapsul dan meningkatkan visibilitas. Meskipun berbiaya tinggi, kata Goodman, jendela besar ini menjadi taktik pemasaran yang baik dalam wisata ruang angkasa.

Kapsul tersebut untuk saat ini, berkapasitas enam penumpang dengan desain interior yang elegan. Blue Origin berencana mengembangkan bisnis turisme ruang angkasa pada dua tahun mendatang.

Adapun kapsulnya dirancang bisa membawa penumpang ke ketinggian lebih dari 100 mil alias 62 km di atas planet, sehingga wisatawan bisa melihat bentuk Bumi yang bulat. Tes penerbangan secara tak berawak sendiri telah dilangsungkan sejak 2015.

Bezos
Saat ini, Blue Origin sedang mengembangkan sistem peluncuran kedua untuk membawa satelit, dan akhirnya manusia ke ruang angkasa. Biaya pengembangan untuk sistem ini yang dikenal sebagai New Glenn akan mencapai USD2,5 miliar atau Rp33,3 triliun.

“Satu-satunya fokus saya saat ini pengembangan bisnis ruang angkasa. Saya ingin manusia bisa jalan-jalan di ruang angkasa,” ujarnya bernada mulia.

Ambisi Bezos untuk mengembangkan bisnis perjalanan ruang angkasa bukan tanpa saingan. Pendiri mobil otonom Tesla, Elon Musk juga sedang gandrung-gandrungnya mengembangkan bisnis ruang angkasa dengan bendera Space Exploration Technologies Corp. Bahkan Elon berencana mengirim wisatawan pada tahun depan.

Pada Maret kemarin, Elon sudah melakukan uji coba roket ke ruang angkasa dan perjalanan komersial. Sementara itu, pengusaha Virgin Group Sir Richard Branson juga sedang mengembangkan Virgin Galactic untuk meraup pangsa pasar perjalanan ruang angkasa.

Kembali ke soal Bezos, ia mengatakan tidak memperkirakan berapa banyak uang yang harus diinvestasikan untuk Blue Origin. Namun pria berusia 53 tahun ini akan menghabiskan apapun yang diperlukan untuk pengembangan proyek ini. “Ini jalan yang panjang untuk sampai ke sana dan saya senang berinvestasi di dalamnya,” tegasnya.

Reuters mencatat pria bernama lengkap Jeffrey Preston Bezos sendiri merupakan pemegang saham terbesar Amazon, dengan 80.900.000 saham. Nah untuk memodali bisnis Blue Origin, artinya ia harus menjual 1.099.771 saham demi mendapatkan uang USD1 miliar. Adapun total kepemilikan saham Bezos di Amazon sebesar 16,95% yang bernilai USD73,54 miliar pada harga penutupan Rabu kemarin. Menurut majalah Forbes, Bezos memiliki kekayaan bersih USD78 miliar atau Rp1.039 triliun!
(ven)
Berita Terkait
Waduh, Amazon Masuk...
Waduh, Amazon Masuk Daftar Perusahaan Paling Tidak Aman di AS
Asal Muasal Nama Amazon,...
Asal Muasal Nama Amazon, Dulu Sempat Disangka Mayat
5 Perdebatan ACTO dalam...
5 Perdebatan ACTO dalam Menyelamatkan Habibat Amazon
5 Sungai di Dunia yang...
5 Sungai di Dunia yang Penuh Ikan Piranha, Banyak Terdapat di Wilayah Amerika Selatan
Dilanda Banjir PHK,...
Dilanda Banjir PHK, Berikut Profil Raksasa Marketplace Amazon
4 Cara OTT Prime Video...
4 Cara OTT Prime Video Mencuri Hati Penonton Indonesia
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
10 jam yang lalu
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
11 jam yang lalu
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
14 jam yang lalu
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
1 hari yang lalu
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
1 hari yang lalu
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
1 hari yang lalu
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved