Aliansi Jaguar Jantan, Patahkan Teori Makhluk Soliter
Rabu, 14 Desember 2022 - 10:53 WIB
loading...
A
A
A
Aliansi kedua terlihat antara 2013 dan 2018 di Los Llanos, wilayah datar yang mencakup sekitar seperempat Venezuela. Anehnya, kedua jaguar ini berhasil kawin dengan banyak betina yang ditemui.
Awalnya, tim peneliti menduga aliansi itu terbentuk untuk kerja sama dalam berburu mangsa. Namun, di habitat mereka terdapat banyak mangsa, seperti capybaras, tapir, caiman, kura-kura, dan ternak domestik.
Baca juga; Laporan Penampakan Harimau Jawa Bermunculan, Ini Ciri Khas Si Maung Jawa
![Aliansi Jaguar Jantan, Patahkan Teori Makhluk Soliter]()
Selain itu, dalam penampakan, tidak satu pun dari keduanya menunjukkan bukti perburuan kooperatif. Sebaliknya, para peneliti percaya bahwa aliansi itu adalah respons terhadap semakin tingginya konsentrasi betina yang tersedia.
Dalam kedua kasus tersebut, wilayah geografis jaguar betina telah menurun akibat perusakan habitat dan perburuan, yang berarti jumlah jaguar betina semakin sedikit. Tim peneliti menduga bahwa jaguar jantan bekerja sama untuk memisahkan calon pasangan di antara mereka daripada berrisiko kehilangan wilayah oleh pejantan lain.
Tim peneliti mengakui bahwa studi multi-generasi lebih lanjut diperlukan untuk menunjukkan apakah ada manfaat evolusioner dari perilaku yang baru diamati. “Kehidupan rahasia jaguar lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya," kata Devlin.
Awalnya, tim peneliti menduga aliansi itu terbentuk untuk kerja sama dalam berburu mangsa. Namun, di habitat mereka terdapat banyak mangsa, seperti capybaras, tapir, caiman, kura-kura, dan ternak domestik.
Baca juga; Laporan Penampakan Harimau Jawa Bermunculan, Ini Ciri Khas Si Maung Jawa

Selain itu, dalam penampakan, tidak satu pun dari keduanya menunjukkan bukti perburuan kooperatif. Sebaliknya, para peneliti percaya bahwa aliansi itu adalah respons terhadap semakin tingginya konsentrasi betina yang tersedia.
Dalam kedua kasus tersebut, wilayah geografis jaguar betina telah menurun akibat perusakan habitat dan perburuan, yang berarti jumlah jaguar betina semakin sedikit. Tim peneliti menduga bahwa jaguar jantan bekerja sama untuk memisahkan calon pasangan di antara mereka daripada berrisiko kehilangan wilayah oleh pejantan lain.
Tim peneliti mengakui bahwa studi multi-generasi lebih lanjut diperlukan untuk menunjukkan apakah ada manfaat evolusioner dari perilaku yang baru diamati. “Kehidupan rahasia jaguar lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya," kata Devlin.
(wib)
Lihat Juga :