Aliansi Jaguar Jantan, Patahkan Teori Makhluk Soliter

Rabu, 14 Desember 2022 - 10:53 WIB
loading...
Aliansi Jaguar Jantan,...
Teori tentang jaguar jantan merupakan mahkluk soliter atau penyendiri terbantahkan. Para peneliti di Amerika Selatan menemukan fakta jaguar jantan dapat berkoliasi dengan pejantan lain. Foto/Live Science
A A A
BRASILIA - Teori yang mengatakan bahwa jaguar jantan merupakan mahkluk soliter atau penyendiri terbantahkan. Sebaliknya para peneliti di Amerika Selatan menemukan fakta jaguar jantan dapat berkoliasi dengan pejantan lain dalam waktu lama untuk bertahan hidup.

Jaguar jantan selama ini dikenal sebagai makhluk soliter yang menghabiskan sebagian besar hidupnya mengembara sendirian di alam liar. Mereka hanya berpapasan dengan jaguar lain untuk kawin dengan betina atau untuk mempertahankan wilayah dari saingan.

Para peneliti di Amerika Selatan telah mengamati dua contoh aliansi yang belum pernah terlihat sebelumnya antara dua jaguar jantan. Bahkan aliansi dua jaguar jantan yang berlangsung selama bertahun-tahun juga berlaku untuk mencari pasangan.

Baca juga; 800 Ekor Jaguar Padati Meksiko dalam 8 Tahun, Bukti Serius Konservasi Satwa Langka

Para peneliti telah menemukan bukti pasangan jaguar jantan (Panthera onca) yang langka hidup berdampingan hingga tujuh tahun. Kucing besar kemungkinan membentuk aliansi yang tidak biasa ini karena pasangan betina potensial menjadi lebih terkonsentrasi secara geografis, sehingga memaksa untuk berbagi wilayah di antara dua pejantan.

“Temuan baru ini menunjukkan bahwa, jaguar jantan liar dapat berkolaborasi untuk mendapatkan akses lebih besar ke mangsa, pasangan, dan wilayah. Bahkan mereka membentuk aliansi jangka panjang dengan pesaingnya,” kata Allison Devlin, seorang ahli ekologi kucing besar dan Deputy Director of the Jaguar Program at the Big-Cat Conservation Organization Panthera dikutip dari laman Live Science, Rabu (14/12/2022).

Para peneliti menganalisis rekaman kamera, data GPS, dan pengamatan di lapangan dari lima studi berbeda di seluruh Amerika Selatan. Mereka menemukan dua aliansi kucing besar jantan ini yang berlangsung setidaknya selama lima tahun. Studi baru ini diterbitkan awal tahun di jurnal Behavioral Ecology and Sociobiology.

Tim peneliti menganalisis lebih dari 7.000 catatan jaguar dan menemukan 105 interaksi antara jantan. Dari interaksi laki-laki ini, 18 dianggap agresif, sembilan dianggap sebagai intoleransi sosial, artinya jantan menjaga jarak satu sama lain tetapi tidak berbenturan.

Sedangkan sebanyak 70 catatan menunjukkan tanda-tanda kerja sama, dan sisanya tidak dikategorikan. Tetapi setelah melihat lebih dekat pada interaksi kooperatif, tim peneliti menyadari bahwa perilaku ini sebagian besar berasal dari dua aliansi jaguar jantan yang berbeda.

Baca juga; Setelah 50 Tahun, Jejak Harimau Amur Kembali Ditemukan di Siberia

Aliansi pertama diamati di wilayah Brasil di Pantanal, ekosistem lahan basah yang luas yang membentang ke Bolivia dan Paraguay. Aliansi ini dimulai pada 2006 dan berakhir pada 2014 ketika salah satu jaguar kemungkinan besar terbunuh.

“Mereka berpatroli di wilayah yang sama, berkomunikasi secara vokal satu sama lain, beristirahat berdampingan dan pada satu kesempatan bahkan makan bersama,” kata Devlin.

Aliansi kedua terlihat antara 2013 dan 2018 di Los Llanos, wilayah datar yang mencakup sekitar seperempat Venezuela. Anehnya, kedua jaguar ini berhasil kawin dengan banyak betina yang ditemui.

Awalnya, tim peneliti menduga aliansi itu terbentuk untuk kerja sama dalam berburu mangsa. Namun, di habitat mereka terdapat banyak mangsa, seperti capybaras, tapir, caiman, kura-kura, dan ternak domestik.

Baca juga; Laporan Penampakan Harimau Jawa Bermunculan, Ini Ciri Khas Si Maung Jawa
Aliansi Jaguar Jantan, Patahkan Teori Makhluk Soliter


Selain itu, dalam penampakan, tidak satu pun dari keduanya menunjukkan bukti perburuan kooperatif. Sebaliknya, para peneliti percaya bahwa aliansi itu adalah respons terhadap semakin tingginya konsentrasi betina yang tersedia.

Dalam kedua kasus tersebut, wilayah geografis jaguar betina telah menurun akibat perusakan habitat dan perburuan, yang berarti jumlah jaguar betina semakin sedikit. Tim peneliti menduga bahwa jaguar jantan bekerja sama untuk memisahkan calon pasangan di antara mereka daripada berrisiko kehilangan wilayah oleh pejantan lain.

Tim peneliti mengakui bahwa studi multi-generasi lebih lanjut diperlukan untuk menunjukkan apakah ada manfaat evolusioner dari perilaku yang baru diamati. “Kehidupan rahasia jaguar lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya," kata Devlin.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditegur Keras! Apple...
Ditegur Keras! Apple Tawarkan Toko Aplikasi Pihak Ketiga di Brasil
Serangan Siber Bikin...
Serangan Siber Bikin Jaguar Lumpuh 5 Minggu! Rugi Rp3,9 Triliun, Proyeksi Masa Depan Ambyar Rp50 Triliun!
Ilmuwan Temukan Tanaman...
Ilmuwan Temukan Tanaman Alternatif Ganja, Lebih Murah dan Berlimpah
Brasil Buka Blokir X...
Brasil Buka Blokir X dan Starlink setelah Elon Musk Bayar Denda
Selain Brasil, Ini Daftar...
Selain Brasil, Ini Daftar Negara yang Memblokir X
Buntut Perselisihan...
Buntut Perselisihan Elon Musk, X Hengkang dari Brasil
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Rekomendasi
PPATK Minta Tambahan...
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp516,4 M untuk Perkuat Pemberantasan TPPU
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Berita Terkini
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved