Bangkai Kapal Terbesar dari Dinasti Qing Ditemukan di Dasar Sungai Yangtze
Selasa, 22 November 2022 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Operasi penyelamatan, yang disiarkan langsung di stasiun televisi CCTV, menggunakan perangkat pencitraan bawah air untuk air berlumpur, serta teknologi tunneling perisai. Menurut pihak berwenang setempat, sisa reruntuhan akan segera dipindahkan ke dermaga dekat sungai Huangpu untuk pelestarian lebih lanjut dan penelitian arkeologi.
Dalam beberapa tahun terakhir, China telah menginvestasikan banyak sumber daya dalam pemulihan bangkai kapal di badan airnya. Terutama di Laut China Selatan yang disengketakan, dianggap menyimpan harta sejarah yang melimpah karena dilintasi Jalur Sutra Maritim kuno.
Salah satu penemuan paling terkenal di kawasan itu adalah Nanhai 1, bangkai kapal dagang yang tenggelam pada masa Dinasti Song (960 – 1279). Pada tahun 2007, lebih dari 180.000 keping porselen bersama dengan 181 ornamen dan benda emas ditemukan dari Nanhai 1.
Baca juga; 20 Bangkai Kapal Perang Nazi Muncul di Serbia, Berisi Banyak Amunisi
Cui Yong, yang memimpin tim peneliti Nanhai 1, mengatakan bahwa penemuan baru di kedalaman 3.000 meter ini merupakan tonggak sejarah. Penemuan ini menempatkan China pada level yang sama dengan negara lain yang maju dalam arkeologi bawah air.
Dalam beberapa tahun terakhir, China telah menginvestasikan banyak sumber daya dalam pemulihan bangkai kapal di badan airnya. Terutama di Laut China Selatan yang disengketakan, dianggap menyimpan harta sejarah yang melimpah karena dilintasi Jalur Sutra Maritim kuno.
Salah satu penemuan paling terkenal di kawasan itu adalah Nanhai 1, bangkai kapal dagang yang tenggelam pada masa Dinasti Song (960 – 1279). Pada tahun 2007, lebih dari 180.000 keping porselen bersama dengan 181 ornamen dan benda emas ditemukan dari Nanhai 1.
Baca juga; 20 Bangkai Kapal Perang Nazi Muncul di Serbia, Berisi Banyak Amunisi
Cui Yong, yang memimpin tim peneliti Nanhai 1, mengatakan bahwa penemuan baru di kedalaman 3.000 meter ini merupakan tonggak sejarah. Penemuan ini menempatkan China pada level yang sama dengan negara lain yang maju dalam arkeologi bawah air.
(wib)
Lihat Juga :