Mengenal Jim Geovedi, White Hacker Indonesia yang Diyakini Lebih Jago dari Bjorka

Kamis, 22 September 2022 - 18:54 WIB
loading...
Mengenal Jim Geovedi, White Hacker Indonesia yang Diyakini Lebih Jago dari Bjorka
Jim Geovedi merupakan seorang hacker Indonesia. Foto DOK MPI
A A A
JAKARTA - Jim Geovedi merupakan seorang hacker Indonesia yang namanya sempat mencuat ke permukaan usai meretas sistem satelit . Maraknya pemberitaan tentang Bjorka membuat nama hacker Indonesia satu ini kembali berdengung. Jim Geovedi adalah hacker asal Indonesia yang telah dikenal dunia.

Dilansir dari theregister.com, nama Jim Geovedi bahkan telah disejajarkan dengan para peretas sistem satelit lain macam Adam Laurie, Raditya Iryandi, dan Anthony Zboralski.

Baca juga : Hacker Bjorka Kritik Pedas Pernyataan Kominfo

Pria yang lahir pada 28 Juni 1979 ini pada dasarnya bukanlah seorang yang mengenyam pendidikan tinggi. Jim menjadi hacker hanya bermodalkan ijazah SMA yang dimilikinya.

Setelah lulus SMA, dia mulai menjalani kehidupan yang sulit di jalanan Bandar Lampung sebagai seniman desain grafis. Setelah mengenal Internet Jim mulai belajar sistem coding secara otodidak.

Mulai dari sini dia belajar tentang sistem peretasan dan bergabung dengan para hacker internasional. Suatu saat dia sempat mencoba untuk meretas satelit demi menemukan celah kelemahan pada sistem kontrolnya.

Satelit yang diretasnya ini diketahui adalah milik para kliennya yang berada di China dan Indonesia.

Keberhasilannya ini lantas membuat namanya terkenal di berbagai penjuru. Karena keahliannya ini Jim Geovedi bahkan sempat membantu KPU pada tahun 2004 lalu.

Saat itu data pusat penghitungan suara Pemilu sempat diretas oleh seorang yang menamakan dirinya 'red'. Jim disewa untuk menemukan siapa pelakunya. Pada akhirnya dia berhasil mencari tahu peretas tersebut yang bernama Dani Firmansyah.

Berkat kedekatannya dengan para hacker internasional dia juga kerap diundang menjadi pembicara seminar atau diwawancara media internasional.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1214 seconds (11.210#12.26)