Soal Kebocoran Data Pendaftar Kartu SIM, Kominfo: Bukan dari Kami
Jum'at, 02 September 2022 - 09:58 WIB
loading...
Kebocoran data NIK dan KK pendaftar kartu SIM dilakukan di forum BreachForums. Foto: Tangkapan Layar @secgron
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ) membantah menjadi dalang kebocoran data pendaftar kartu SIM. Menurut mereka, data yang bocor berasal dari pihak lain yang hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan.
”Berdasarkan pengamatan atas penggalan data yang disebarkan oleh akun Bjorka, dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak berasal dari Kementerian Kominfo,” tulis Kominfo dalam pernyataan resminya.
Kementerian yang berada di bawah kepemimpinan Johnny G. Plate itu beralasan bahwa pihaknya tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar dan pascabayar seperti yang dikabarkan.
Mereka pun mengklaim telah melakukan penelusuran internal. Kominfo bahkan menyebut sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait sumber data dan hal-hal lain terkait dengan dugaan kebocoran data tersebut.
Untuk diketahui, kebocoran data dilaporkan kembali terjadi. Kali ini menyangkut kebijakan Kominfo yang beberapa tahun lalu mengeluarkan aturan registrasi nomor hp menggunakan NIK dan KK.
Lewat sebuah postingan Twitter pada Kamis (1/9), Tegus Apriano atau dengan akun @secgron melaporkan bahwa terjadi kebocoran data pribadi para pendaftar nomor hp dengan NIK dan KK di forum BreachForums (breached.to).
Tak tanggung-tanggung, jumlah kebocoran mencapai lebih dari 1,3 miliar data yang mencakup NIK, No HP, provider, tgl registrasi, yang mana ukuran file utuhnya menyentuh 87 GB dengan format CSV.
”Berdasarkan pengamatan atas penggalan data yang disebarkan oleh akun Bjorka, dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak berasal dari Kementerian Kominfo,” tulis Kominfo dalam pernyataan resminya.
Kementerian yang berada di bawah kepemimpinan Johnny G. Plate itu beralasan bahwa pihaknya tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar dan pascabayar seperti yang dikabarkan.
Mereka pun mengklaim telah melakukan penelusuran internal. Kominfo bahkan menyebut sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait sumber data dan hal-hal lain terkait dengan dugaan kebocoran data tersebut.
Untuk diketahui, kebocoran data dilaporkan kembali terjadi. Kali ini menyangkut kebijakan Kominfo yang beberapa tahun lalu mengeluarkan aturan registrasi nomor hp menggunakan NIK dan KK.
Lewat sebuah postingan Twitter pada Kamis (1/9), Tegus Apriano atau dengan akun @secgron melaporkan bahwa terjadi kebocoran data pribadi para pendaftar nomor hp dengan NIK dan KK di forum BreachForums (breached.to).
Tak tanggung-tanggung, jumlah kebocoran mencapai lebih dari 1,3 miliar data yang mencakup NIK, No HP, provider, tgl registrasi, yang mana ukuran file utuhnya menyentuh 87 GB dengan format CSV.
Lihat Juga :