Bikin Merinding, Ini yang Terjadi Jika Pecah Perang Nuklir AS dan Rusia
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
Negara dengan hulu ledak nuklir terbanyak ketiga adalah China, dengan 350 hulu ledak nuklir. India dan Pakistan masing-masing memiliki 160 dan 165 hulu ledak nuklir.
Para peneliti mengkhawatirkan dampak yang paling mematikan dan menakutkan, bahkan dari perang nuklir skala kecil, yang disebut dengan "musim dingin nuklir". Dalam skenario kiamat ini, debu dan asap radioaktif akan menghalangi sebagian besar cahaya matahari.
Baca juga; Ini Perbandingan Rudal Balistik Sarmat Rusia dengan Minuteman III AS
Dengan turunnya suhu, banyak tanaman dunia akan mati, menciptakan kelaparan global dan memusnahkan miliaran orang. Para peneliti menemukan bahwa dalam skenario terburuk perang nuklir antara AS dan Rusia, suhu di permukaan bumi akan turun sebanyak 16 derajat Celcius atau lebih dari tiga kali perbedaan suhu antara sekarang dan saat ini (seperti zaman es terakhir) dan 5 miliar orang akan binasa.
Dalam perang paling ekstrem antara India dan Pakistan, produksi kalori global bisa turun hingga 50%, menyebabkan 2 miliar kematian. Daerah yang paling terpukul adalah negara-negara pengimpor makanan di Afrika dan Timur Tengah.
Para peneliti mengkhawatirkan dampak yang paling mematikan dan menakutkan, bahkan dari perang nuklir skala kecil, yang disebut dengan "musim dingin nuklir". Dalam skenario kiamat ini, debu dan asap radioaktif akan menghalangi sebagian besar cahaya matahari.
Baca juga; Ini Perbandingan Rudal Balistik Sarmat Rusia dengan Minuteman III AS
Dengan turunnya suhu, banyak tanaman dunia akan mati, menciptakan kelaparan global dan memusnahkan miliaran orang. Para peneliti menemukan bahwa dalam skenario terburuk perang nuklir antara AS dan Rusia, suhu di permukaan bumi akan turun sebanyak 16 derajat Celcius atau lebih dari tiga kali perbedaan suhu antara sekarang dan saat ini (seperti zaman es terakhir) dan 5 miliar orang akan binasa.
Dalam perang paling ekstrem antara India dan Pakistan, produksi kalori global bisa turun hingga 50%, menyebabkan 2 miliar kematian. Daerah yang paling terpukul adalah negara-negara pengimpor makanan di Afrika dan Timur Tengah.
Lihat Juga :