Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer

Senin, 25 Mei 2026 - 11:36 WIB
loading...
Alasan AS Hidupkan Kembali...
AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer. FOTO/ VIET
A A A
NEWS YORK - Keterlambatan produksi B-21 Raider dan keunggulan muatannya sebesar 57 ton memaksa Pentagon untuk menghabiskan ratusan juta dolar untuk merombak pesawat B-1B yang disimpan di tempat khusus.

Angkatan Udara AS melakukan langkah strategis yang patut diperhatikan dengan mengaktifkan kembali pesawat pembom supersonik B-1B Lancer dari "kuburan pesawat".

Meskipun dulunya dianggap sebagai warisan usang dari Perang Dingin, ratusan juta dolar kini diinvestasikan untuk merombak dan mengganti komponen guna mempertahankan kemampuan pencegahan jarak jauhnya.

Dirancang pada tahun 1970-an dan 1980-an, B-1B Lancer memiliki desain sayap sapuan variabel yang khas, memungkinkannya terbang dengan kecepatan subsonik (Mach 0,92) pada ketinggian yang sangat rendah untuk menghindari radar musuh.

Namun, pengoperasian yang berkepanjangan di dekat permukaan tanah menciptakan tekanan mekanis yang sangat besar pada badan pesawat, mengurangi masa pakainya dan menyebabkan banyak kerusakan teknis.

Setelah Perang Dingin berakhir, B-1B beralih dari peran pencegahan nuklir strategis ke misi pengeboman taktis. Di medan perang seperti Irak dan Afghanistan, pesawat ini menjadi sistem "artileri terbang" dengan muatan bom dan amunisi yang sangat besar, mampu menghancurkan target skala besar dalam satu kali serangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Rekomendasi
Deretan Universitas...
Deretan Universitas di Spanyol yang Bisa Dituju dengan Beasiswa LPDP, Ada Kampus Pilihanmu?
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Berita Terkini
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved