Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer

Senin, 25 Mei 2026 - 11:36 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2023 dan 2024, Angkatan Udara AS berhasil memulihkan pesawat dari mode ini untuk menggantikan pesawat yang rusak parah akibat kebakaran. Yang menarik, sebuah B-1B tua dihidupkan kembali setelah lebih dari 500 suku cadang diganti dan menjadi pesawat komando Skuadron Pengebom Taktis ke-7 pada awal tahun 2026.

Alasan utama Pentagon "kembali menggunakan" B-1B adalah karena pesawat pembom generasi baru B-21 Raider belum dikirim tepat waktu. Sementara B-21 masih dalam tahap pengujian, pesawat yang lebih tua seperti B-1B, B-2, dan B-52H mengalami kerusakan lebih cepat dari yang diperkirakan.

Terlepas dari banyaknya masalah teknis yang dimilikinya, pesawat B-1B memiliki banyak keunggulan yang sangat penting bagi Angkatan Udara AS.

Antara tahun 2027 dan 2031, anggaran sebesar USD342 juta telah disetujui untuk restorasi dan pemeliharaan armada B-1B.

Selain kecepatan maksimumnya Mach 1,25, B-1B memiliki kapasitas muatan yang mengesankan hingga 57 ton (34 ton di ruang kargo internal dan 23 ton di tiang eksternal), jauh melebihi bahkan pesawat pembom siluman seperti B-2 atau B-21.

Saat ini, B-1B berfungsi sebagai platform optimal untuk mengerahkan rudal jelajah siluman AGM-158 JASSM dan rudal anti-kapal LRASM dari luar jangkauan pertahanan udara musuh, mengisi celah operasional strategis bagi militer AS.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belanda vs Jepang 2-2, Kamada Buyarkan Kemenangan De Oranje
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Belanda vs Jepang Tanpa...
Belanda vs Jepang Tanpa Gol di Babak Pertama, Samurai Biru Tahan Gempuran Oranje
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved