Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Kamis, 04 Juni 2026 - 23:52 WIB
loading...
Bos Nvidia sebut laptop zaman sekarang akan berubah jadi R2D2 di film Star Wars. Foto: ist
A
A
A
TAIWAN - Nvidia akhirnya mengenalkan "superchip" RTX Spark berbasis Arm untuk sistem operasi Windows. Cita-citanya bukan lagi sekadar membuat laptop cepat. Tapi, menciptakan pelayan AI pribadi yang selalu bekerja untuk Anda.
Selama bertahun-tahun, pertarungan prosesor komputer (PC) terasa membosankan. Intel melawan AMD. Ukurannya selalu sama: berapa jumlah inti prosesornya (core), seberapa cepat larinya, dan seberapa halus thread-nya. Tapi Nvidia tidak mau ikut permainan lawas itu.
Mereka baru saja melempar bom di ajang Computex 2026, Taiwan.
Bom itu bernama RTX Spark. Ini adalah system-on-a-chip (SOC) berbasis Arm pertama dari Nvidia untuk laptop dan PC ringkas (mini PC) konsumen ber-OS Windows 11.
Ini menarik. Kalau Anda bicara komputer atau laptop, rajanya pasti x86. Ini adalah arsitektur milik Intel dan AMD.
Tapi kalau Anda bicara soal smartphone, tablet, atau smartwatch, rajanya adalah Arm.
Nah, Nvidia bikin SoC Arm yang sangat powerful. Chip tersebut menggabungkan CPU 20-core (hasil rancangan Mediatek) dengan 6.144 inti CUDA berbasis arsitektur GPU Blackwell.
Kemampuannya diklaim setara dengan GPU laptop RTX 5070, namun dengan konsumsi listrik yang jauh lebih irit.
Kekuatan komputasinya menembus angka 1 petaflop (satu kuadriliun operasi per detik). Yang membuatnya makin spesial, CPU dan GPU ini bisa berbagi memori RAM (unified memory) super besar, mulai 16GB hingga mentok di angka 128GB.
Selama bertahun-tahun, pertarungan prosesor komputer (PC) terasa membosankan. Intel melawan AMD. Ukurannya selalu sama: berapa jumlah inti prosesornya (core), seberapa cepat larinya, dan seberapa halus thread-nya. Tapi Nvidia tidak mau ikut permainan lawas itu.
Mereka baru saja melempar bom di ajang Computex 2026, Taiwan.
Bom itu bernama RTX Spark. Ini adalah system-on-a-chip (SOC) berbasis Arm pertama dari Nvidia untuk laptop dan PC ringkas (mini PC) konsumen ber-OS Windows 11.
Ini menarik. Kalau Anda bicara komputer atau laptop, rajanya pasti x86. Ini adalah arsitektur milik Intel dan AMD.
Tapi kalau Anda bicara soal smartphone, tablet, atau smartwatch, rajanya adalah Arm.
Nah, Nvidia bikin SoC Arm yang sangat powerful. Chip tersebut menggabungkan CPU 20-core (hasil rancangan Mediatek) dengan 6.144 inti CUDA berbasis arsitektur GPU Blackwell.
Kemampuannya diklaim setara dengan GPU laptop RTX 5070, namun dengan konsumsi listrik yang jauh lebih irit.
Kekuatan komputasinya menembus angka 1 petaflop (satu kuadriliun operasi per detik). Yang membuatnya makin spesial, CPU dan GPU ini bisa berbagi memori RAM (unified memory) super besar, mulai 16GB hingga mentok di angka 128GB.
Lihat Juga :