Bikin Merinding, Ini yang Terjadi Jika Pecah Perang Nuklir AS dan Rusia

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 07:25 WIB
loading...
Bikin Merinding, Ini...
Lebih dari 5 miliar orang atau 63% populasi dunia saat ini akan mati kelaparan jika perang nuklir antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) benar-benar terjadi. Foto/Live Science
A A A
WASHINGTON - Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan 15 Agustus 2022 di jurnal Nature Food, jika perang nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia benar-benar terjadi, maka lebih dari 5 miliar orang atau 63% populasi dunia saat ini akan mati kelaparan.

Menurut para peneliti, setelah perang nuklir skala penuh antara Amerika Serikat, Rusia dan sekutu mereka, konflik tersebut akan menciptakan kebakaran luas yang dapat mengeluarkan hingga 150 juta metrik ton jelaga ke atmosfer Bumi. Kondisi itu, menyebabkan penurunan panen di AS dan Rusia, yang dikenal sebagai pengekspor makanan, produksi kalori global anjlok sebanyak 90%.

“Perang nuklir skala penuh akan menghasilkan perubahan iklim yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia. Dalam perang nuklir AS-Rusia, lebih banyak orang akan mati [karena kelaparan] di India dan Pakistan, daripada di negara-negara yang benar-benar berperang,” kata Alan Robock, seorang profesor ilmu iklim di Universitas Rutgers di New Jersey, saat konferensi pers pada hari Senin 15 Agustus 2022.

Baca juga; Tsar Bomba, Bom Nuklir Rusia yang Membuat AS dan NATO Khawatir

Menurut laporan terbaru Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm, dari sekitar 12.705 hulu ledak nuklir di dunia, sebagian besar dimiliki Rusia dan AS. Rusia memiliki 5.977 hulu ledak nuklir dan Amerika Serikat memiliki 5.428 hulu ledak nuklir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Rekomendasi
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Berita Terkini
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved